Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Wasatiyyat Islam, Diplomasi Muhammadiyah di Panggung Global

10 November 2025, 12:04 WIB • 3 menit baca
Wasatiyyat Islam, Diplomasi Muhammadiyah di Panggung Global

JAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org — Muhammadiyah kembali menegaskan kiprahnya sebagai gerakan Islam berkemajuan yang aktif dalam membangun perdamaian dunia. Melalui keterlibatan langsung dalam The 9th World Peace Forum (WPF), Muhammadiyah menjadi motor penggerak dialog lintas peradaban yang mempertemukan nilai Wasatiyyat Islam (Islam moderat) dengan kearifan budaya Tionghoa sebagai fondasi kolaborasi global yang adil dan harmonis.

Forum dua tahunan ini digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada 9–11 November 2025, diselenggarakan oleh Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) bekerja sama dengan Cheng Ho Multi Culture Education Trust (Malaysia) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dengan tema “Considering Wasatiyyat and Tionghua for a Global Collaboration”, kegiatan ini meneguhkan komitmen Muhammadiyah untuk menjadikan moderasi Islam sebagai pilar penting diplomasi antarbangsa.

Muhammadiyah sebagai Inisiator Dialog Peradaban Dunia

Keterlibatan aktif Muhammadiyah dalam WPF menunjukkan perannya bukan hanya di tataran nasional, tetapi juga sebagai penjembatan nilai-nilai Islam moderat ke kancah internasional. Forum ini mempertemukan 75 tokoh dari 24 negara dan lebih dari 110 figur nasional, termasuk pemimpin lintas iman, untuk membahas arah baru kolaborasi dunia berbasis nilai kemanusiaan universal.

Nama-nama besar seperti José Ramos-Horta (Presiden Timor Leste dan peraih Nobel Perdamaian 1996), Yoshihiko Noda (mantan Perdana Menteri Jepang), dan Madame Atifete Jahjaga dari Kosovo turut berpartisipasi dalam forum ini.

Sebagai bagian dari komitmen diplomasi budaya, kegiatan diawali dengan jamuan makan malam multikultural di Galeri Nasional, yang kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, oleh pimpinan tiga lembaga tinggi negara: Edhie Baskoro Yudhoyono (MPR), Saan Mustopa (DPR RI), dan Tamsil Linrung (DPD RI).

Dalam sambutannya, Prof. M. Din Syamsuddin, Ketua CDCC sekaligus tokoh sentral Muhammadiyah dalam diplomasi lintas agama, menekankan pentingnya sinergi nilai Wasatiyyat Islam dan budaya Tionghoa sebagai jembatan kolaborasi dunia.

“Melalui nilai Wasatiyyat Islam dan kebijaksanaan budaya Tionghoa, kita ingin menghadirkan kolaborasi global yang damai dan berkeadilan,” ungkap Prof. Din Syamsuddin, dikutip dari Suara Muhammadiyah (10/11/2025).

Selain memperkuat peran intelektual Islam di tingkat global, Muhammadiyah juga menempatkan forum ini sebagai wadah untuk membangun jejaring internasional, salah satunya melalui sesi Muhammadiyah International Networks Meeting yang membahas kontribusi ormas Islam dalam perdamaian dunia.

Tak hanya itu, Muhammadiyah juga memfasilitasi tiga sesi khusus, termasuk Global Forum of Muslim Women I yang mengangkat peran perempuan Muslim dalam diplomasi dan perdamaian.

Kehadiran tokoh-tokoh internasional dan lintas budaya memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai pelopor Islam rahmatan lil ‘alamin yang inklusif, humanis, dan adaptif terhadap dinamika dunia modern.

Indonesia dan Muhammadiyah: Pusat Moderasi Dunia

Forum ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan wajah Islam moderat yang damai dan toleran, sebagaimana telah lama digagas oleh Muhammadiyah.
Selama forum berlangsung, para peserta dijamu oleh berbagai pejabat negara, termasuk Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang menutup forum pada (11/11).

Dalam penutupan, Nasaruddin Umar menyoroti praktik Wasatiyyat Islam di Indonesia yang telah menjadi model keberagaman multikultural yang harmonis nilai yang selama ini juga dihidupkan oleh Muhammadiyah.

Melalui keterlibatan dalam World Peace Forum ini, Muhammadiyah dan CDCC tidak hanya berkontribusi pada dialog global, tetapi juga menegaskan peran Indonesia dan Asia sebagai pelopor perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan.

Kontributor: TIM MPI PDM SEMARANG
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: