Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Ambil Alih Kelas! Wali Murid SD Muh 12 Perkuat Sinergi & Karakter Siswa

25 November 2025, 20:09 WIB • 2 menit baca
Ambil Alih Kelas! Wali Murid SD Muh 12 Perkuat Sinergi & Karakter Siswa

SEMARANG TENGAH, muhammadiyahsemarangkota.org – SD Muhammadiyah 12 Semarang mengambil langkah nyata untuk memperkokoh kolaborasi sekolah dan keluarga demi mematangkan pendidikan karakter siswa.

Dalam rangka menyemarakkan Hari Guru Nasional pada Selasa (25/11/25), sekolah tidak sekadar mengadakan seremoni, melainkan menggerakkan para wali murid untuk terjun langsung ke ruang kelas melalui program “Sehari Menjadi Guru”. Langkah strategis ini menegaskan bahwa sinergi yang erat antara orang tua dan guru merupakan kunci utama dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia.

Mengambil Alih Kendali Kelas dengan Ceria

Bayangkan keseruannya. Ruang kelas yang biasanya tenang di bawah kendali guru, kini berubah riuh rendah penuh tawa saat Ayah dan Bunda mengambil alih peran pengajar. Para wali murid ini tidak canggung lagi; mereka menyulap suasana belajar menjadi arena bermain yang interaktif.

Ada orang tua yang memandu permainan edukatif hingga membuat seisi kelas bersorak, ada yang mendongeng dengan ekspresif, bahkan ada pula yang mengajak anak-anak praktik langsung menghias donat dan cupcake.

Di SD Muhammadiyah 12 Semarang, para orang tua membuktikan kreativitas mereka. Mereka menghadapi puluhan siswa dengan karakter unik masing-masing, menciptakan interaksi hangat yang menghidupkan semangat kebersamaan.

Merasakan Langsung “Seni” Mengajar

Program yang masuk dalam kalender pendidikan 2025/2026 ini sukses memberikan “kejutan” bagi para orang tua. Saat berdiri di depan kelas, mereka merasakan sendiri bahwa mentransfer ilmu itu butuh strategi, dan mengelola emosi anak-anak memerlukan stok sabar yang melimpah.

“Ternyata jadi guru itu tidak mudah ya, Bu. Mengatur anak dengan karakter berbeda-beda butuh kesabaran luar biasa,” ujar salah seorang wali murid sembari menyeka keringat dan tersenyum, mengakui ketangguhan para guru yang menghadapi tantangan ini setiap hari.

Seorang Ibunda siswa kelas 1 bahkan membagikan ceritanya dengan antusias. “Luar biasa acara hari ini, mendidik anak sampai suara hilang, tapi sungguh seru! Terima kasih Bapak/Ibu guru yang telah mendidik anak-anak dengan tulus,” ungkapnya. Pengalaman langsung ini semakin menyadarkan mereka betapa vitalnya peran guru.

Merekatkan Ikatan Rumah dan Sekolah

Kegiatan ini mengirimkan pesan kuat mengenai pentingnya peran orang tua dalam pendidikan. Sekolah ingin menegaskan bahwa orang tua memegang peran kunci sebagai guru pertama di rumah, sementara guru di sekolah hadir untuk melengkapi dan memperkuat pondasi tersebut.

Saat terjun langsung mengajar, wali murid tidak hanya membagikan wawasan, tetapi juga menanamkan nilai keteladanan, sopan santun, dan kasih sayang secara nyata. Aksi ini membuktikan bahwa pendidikan berkualitas lahir ketika orang tua dan sekolah bergerak bersama dalam satu irama.

Baca juga : Rebut 6 Medali! Pencak Silat SMP Muhammadiyah 1 Semarang Ukir Sejarah di Kejuaraan Kota

Kontributor: Humas SD Muhammadiyah 12
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: