Senyum yang Kembali Pulang: Lazismu RS Roemani Mengubah Reruntuhan Menjadi Ruang Kehidupan
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Rintik hujan tak lagi menjadi momok bagi Anna dan Indah. Bertahun-tahun lamanya, dua kakak beradik yang tinggal tepat di depan Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah, Semarang, ini hidup dalam kecemasan di bawah atap yang nyaris runtuh.
Kini, ketakutan itu sirna. Kantor Layanan (KL) Lazismu RS Roemani secara resmi menyerahkan kembali kunci rumah mereka usai rampung direnovasi total, mengubah hunian yang memprihatinkan menjadi tempat bernaung yang aman dan bermartabat.
Direktur KL Lazismu RS Roemani, Sayifulloh, S. Sos, M.M., menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan upaya mengembalikan kenyamanan hidup bagi warga yang membutuhkan.
“Awalnya kami melihat kondisi rumah Bu Anna dan Bu Indah sangat memprihatinkan. Atapnya membahayakan, bahkan untuk tidur saja tidak nyaman. Jika ada genteng jatuh, bisa melukai penghuninya,” ujar Sayifulloh di sela acara serah terima.
Skala Prioritas dan Bantuan Berkelanjutan
Sayifulloh menjelaskan, renovasi ini menelan biaya sekitar Rp 15 juta. Pihaknya menempatkan rumah Anna dan Indah dalam skala prioritas utama mengingat kondisinya yang darurat dan lokasinya yang berada tepat di lingkungan sekitar rumah sakit.
Proses pengerjaan dilakukan secara intensif hingga rumah tersebut kini dinyatakan layak huni, bersih, dan kokoh.
Tak berhenti pada renovasi fisik, Lazismu RS Roemani berkomitmen memberikan pendampingan ekonomi jangka panjang.
Mengingat kedua penerima manfaat tersebut tidak memiliki pekerjaan, Lazismu menyiapkan skema bantuan biaya hidup bulanan (Jadup).
“Kami juga merancang bantuan modal usaha mikro (UMKM) agar Bu Anna dan Bu Indah memiliki pendapatan mandiri ke depannya,” tambah Sayifulloh.
Tangis Haru Penerima Manfaat
Anna, salah satu penerima manfaat, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengenang masa-masa sulit ketika rumahnya tak ubahnya seperti ruang terbuka. Kayu penyangga genteng yang lapuk membuat air hujan leluasa masuk ke dalam rumah.
“Dulu kondisinya tidak sanggup saya ceritakan. Kalau hujan, rasanya seperti berada di luar, bukan di dalam rumah. Genteng sudah terbuka semua, kayu-kayu lapuk dan mau roboh,” ungkap Anna dengan suara bergetar.
Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Lazismu RS Roemani yang telah memberikan kehidupan baru bagi keluarganya.
“Terima kasih banyak kepada Lazismu. Harapan kami, rumah ini membawa berkah dan kami bisa menjaganya dengan baik,” pungkasnya.
Baca juga : Orang yang Kehilangan Harta Benda karena Bencana Berhak Mendapatkan Zakat