Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Fatal! Salah Lafal Huruf Bisa Ubah Makna Ayat Quran

30 November 2025, 10:44 WIB • 3 menit baca
Fatal! Salah Lafal Huruf Bisa Ubah Makna Ayat Quran

KENDAL, muhammadiyahsemarangkota.org– Kesalahan fatal dalam melafalkan satu huruf hijaiyah saat membaca Al-Qur’an memiliki konsekuensi serius: mengubah arti firman Allah secara drastis. Contoh kesalahan tajdwid yang paling mendasar namun berakibat fatal kerap ditemui ketika kita membaca Surat Al-Ikhlas dengan mengganti lafal Qul (قُلْ) menjadi Kul (كُلْ). Maka, makna ayat akan langsung berubah 180 derajat.

‘Ketika kita membaca surat Al-Ikhlash, jika kita membaca qul dengan kul, maka telah merusak artinya. Qul huwallahu ahad berarti ‘Katakanlah; Dialah Allah yang Maha Esa’. Sementara kul huwallahu ahad berarti ‘Makanlah; Dialah Allah yang Maha Esa’,” ujar Ustad Drs. H. Nurbini, M.S.I., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang dalam Pengajian Selapanan Ahad Manis di Masjid Al-Ittiba’ Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Ahad (30/11/25).

Pengajian yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kangkung itu dihadiri ratusan jemaah yang didominasi para ibu.

Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo ini secara tegas menekankan bahwa tahsin dan tajwid adalah benteng agar umat Islam terhindar dari kekeliruan makna dalam kitab suci seperti contoh yangkerap terjadi di atas.

“Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT beserta tajwid-nya, sehingga setiap muslim wajib membaca dengan kaidah yang benar, bukan asal-asalan. JIka salah makhraj-nya (tempat keluar huruf) dapat mengubah lafal dan makna secara keseluruhan,’ tegasnya.

Ustadz Nurbini menjelaskan bahwa tahsin (تحسين), yang berarti memperbaiki atau memperbagus bacaan, dan tajwid (yang berarti membaguskan), harus dipelajari.

Hukum membaca Al-Qur’an dengan tajwid, dalam kadar yang bisa menghindari seseorang dari kesalahan makna, adalah fardhu ain (wajib bagi setiap individu), meskipun mempelajari teorinya adalah fardhu kifayah.

Lebih dari sekadar aturan, tahsin adalah syarat agar Al-Qur’an benar-benar bisa berfungsi sebagai syifa (obat) bagi hati yang duka dan jiwa yang terhimpit. Ustadz Nurbini mengingatkan para jamaah untuk mempertanyakan kembali kualitas bacaan merekaq. Jika Al-Qur’an yang dibaca terasa tidak membekas di dada, mungjin ini indikasi bahwa pembaca belum memenuhi syarat untuk meraih janji Allah.

“Tahsin tidak selalu berarti membaca dengan nada merdu, tetapi membaca dengan benar dan indah sesuai tuntunan Rasulullah SAW,” ujar Ustadz Nurbini.

Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah yang mulia, sehingga tidak pantas dibaca secara serampangan.

Kajian Tahsin Online

Komitmen Ustadz Nurbini dalam menyebarkan ilmu tahsin ini terwujud dalam berbagai platform. Salah satunya kajian intensif online yang ia asuh dan disiarkan melalui kanal YouTube resminya, Ustadz Nurbini Amat (https://www.youtube.com/@nurbiniamat902).

Kelas tahsin ini memiliki jadwal intensif penuh selama satu bulan Ramadan. Sementara di luar Ramadan diadakan setiap Jumat dan Sabtu mulai pukul 05.00 WIB.

Bagi masyarakat yang ingin bergabung dalam kelas tahsin intensif online dan mendapatkan bimbingan khusus melalui grup WhatsApp (WA) Tahsin asuhan Ustadz Nurbini, dapat segera mendaftarkan diri. Pendaftaran dan informasi lebih lanjut mengenai grup khusus ini bisa didapatkan dengan menghubungi admin di tautan nomor kontak: https://wa.me/62818457073.

Baca juga:

Hukum dan Etika Membaca Quran di Ponsel

Kontributor: TIM MPI PDM
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: