Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Senator DPD RI Ingatkan Peserta Baitul Arqam Aisyiyah, Indonesia Terancam Gagal Manfaatkan Bonus Demografi 2045

13 Desember 2025, 17:48 WIB • 3 menit baca
Senator DPD RI Ingatkan Peserta Baitul Arqam Aisyiyah, Indonesia Terancam Gagal Manfaatkan Bonus Demografi 2045

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Kegagalan Indonesia dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) sejak usia dini diprediksi dapat menggagalkan momentum Bonus Demografi 2045. Hal ini menjadi peringatan keras dari Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum. asal Jawa Tengah.

Peringatan ini disampaikan Dr. Muhdi di hadapan 91 Kepala TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) dan Kelompok Bermain (KB) ‘Aisyiyah se-Kota Semarang, Sabtu (13/12/25). Para pemimpin lembaga pendidikan usia dini ini berkumpul dalam kegiatan Baitul Arqam (BA), sebuah sistem perkaderan Muhammadiyah yang fokus pada pembinaan ideologi keislaman dan kepemimpinan.

85% Kesuksesan Ditentukan Soft Skill

Dr. Muhdi menyoroti perlunya pergeseran fokus dalam pendidikan untuk menyambut proyeksi populasi usia produktif mencapai 65,2% pada tahun 2045. Ia memaparkan, investasi besar-besaran pada soft infrastructure (SDM) yang berkeadilan harus segera dilakukan.

“Bonus Demografi 2045 hanya akan menjadi kekuatan jika dipersiapkan melalui pendidikan yang benar sejak usia dini,” ujar Dr. Muhdi.

Untuk mendukung argumen ini, ia mengutip hasil riset manajemen Dale Carnegie yang menunjukkan bahwa penentu keberhasilan seseorang hanya 15% berasal dari hard skill atau intelektualitas, sementara 85% sisanya ditentukan oleh soft skill, seperti kemampuan adaptif, kolaboratif, dan kekuatan karakter. Oleh karena itu, pembangunan karakter, moral, dan keteladanan harus menjadi fokus utama Kepala TK/KB ‘Aisyiyah di era Society 5.0.

Ideologi MKCHM sebagai Fondasi Karakter Kader

Sejalan dengan pentingnya pembangunan karakter, Baitul Arqom ini dirancang untuk memperkuat fondasi ideologis para kepala sekolah. Baitul Arqom sendiri adalah sistem perkaderan Muhammadiyah yang fokus pada pembinaan ideologi keislaman dan kepemimpinan untuk menyatukan integritas dan cara berpikir kader.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. Fachrur Rozi, M. Ag., dalam pemaparan materinya menegaskan dalam sesi materi bahwa landasan utama gerakan Aisyiyah adalah Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM).

“MKCHM berfungsi sebagai kompas moral, penunjuk arah, dan pengobar semangat amal usaha. Cita-cita tertingginya adalah mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya melalui seluruh aktivitas dakwah dan pendidikan,” jelas Dr. Fachrur Rozi.

Peneguhan ideologi ini diperlukan untuk memastikan lembaga pendidikan Aisyiyah menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkepribadian kuat.

Kepemimpinan Agile dan Kewajiban Profesional

Ketua Pimpinan Daerah aiyiyah (PDA) Kota Semarang, Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sarana strategis untuk memperkuat ideologi kader agar tetap kokoh memegang nilai-nilai persyarikatan sekaligus mampu beradaptasi dengan tantangan zaman—menciptakan kepemimpinan yang agile (lincah).

Di sisi lain, Dr. Muhdi juga mengingatkan aspek legal dan profesionalisme, menekankan bahwa guru wajib menjadi anggota organisasi profesi sesuai dengan Undang-Undang Guru dan Dosen (UU Nomor 14 Tahun 2005). Keanggotaan ini vital karena organisasi profesi berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, dan memberikan perlindungan hukum bagi guru.

Kegiatan Baitul Arqom yang ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) ini diharapkan mampu menginspirasi 91 kepala sekolah yang ikut serta untuk memperkuat peran ‘Aisyiyah sebagai gerakan dakwah pendidikan di Kota Semarang.

Baca juga:

Kenapa Baitul Arqam Wajib Diperkuat untuk Selamatkan Gerakan Muhammadiyah?

Kontributor: M. Riyo Zakariya, Fadilla
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: