Rahasia Sinergi Gigi Sehat dan Gizi Mantap untuk Masa Depan Anak
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Pernahkah Anda membayangkan bahwa kerusakan pada gigi susu anak ternyata bisa merenggut rasa percaya diri mereka, bahkan menghambat kemampuan bicaranya? Seringkali kita menganggap remeh lubang kecil pada gigi si kecil, padahal dampaknya bisa sangat serius bagi masa depan mereka.
Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa karies gigi atau gigi berlubang kini menjadi “pandemi” diam-diam yang menyerang hampir setengah populasi anak di dunia, dengan angka prevalensi mencapai 60 hingga 90 persen. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan peringatan keras bagi para orang tua.
Bukan Sekadar Sakit Gigi
Kesehatan gigi yang buruk pada anak usia dini ternyata membawa efek domino. Bukan hanya soal rasa sakit, tetapi masalah gigi berdampak langsung pada fonetik atau kejelasan pengucapan (artikulasi), hingga mengguncang kondisi psikologis anak. Anak bisa menjadi minder dan enggan bersosialisasi hanya karena masalah pada mulutnya.
Memahami urgensi ini, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Semarang Selatan tidak tinggal diam. Menggandeng Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), mereka menggelar sebuah forum edukasi bertajuk “Gigi Sehat, Gizi Mantap Mendukung Tumbuh Kembang Anak Usia Dini” pada Sabtu (13/12/25).
Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Gigi Unimus, drg. Hayyu Failasufa, M.KM., menegaskan dukungannya terhadap acara ini. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk syiar yang nyata untuk kesehatan umat.
Sinergi Nutrisi dan Senyum Cemerlang
Dalam seminar yang berlangsung hangat selama empat jam tersebut, para peserta diajak menyelami dua fondasi utama tumbuh kembang: gigi dan gizi. Dua pakar hadir membedah mitos dan fakta, yakni drg. Meidiana Adiningsih, Sp.KGA yang mengupas tuntas kesehatan gigi, serta Firdananda Fikri Jauharany, S.Gz., M.Gz., seorang dietisien yang menyoroti pentingnya asupan nutrisi.
Para ahli menekankan bahwa selain perawatan gigi, asupan gizi di masa emas anak-anak memegang kunci utama kecerdasan atau intelegensi. Gizi yang “mantap” bukan berarti mahal, melainkan tepat sasaran.
Aisyiyah yang “Ngopeni”
Antusiasme peserta terlihat luar biasa. Perwakilan dari Pimpinan Ranting Aisyiyah se-Semarang Selatan, serta guru-guru dari berbagai PAUD dan TK ABA seperti TK ABA 04,13, 36, 62, hingga KBA 02, 23 dan 07, PAUD Aisyiyah Wonodri, TPA Aisyiyah Wonodri turut aktif berdiskusi.
Hj. Aminar Kurniasih, S.Pd., M.Pd., saat membuka acara memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini. Ia menyoroti peran Aisyiyah yang melampaui sekat-sekat organisasi biasa.
“Kami sangat mengapresiasi PCA Semarang Selatan dalam kiprahnya terhadap umat. Aisyiyah tidak hanya sekedar organisasi perempuan, tetapi juga ‘ngopeni’ dari lahir, anak usia dini, remaja, ibu-ibu, lansia, hingga meninggal,” tutur Hj. Aminah dengan bangga.
Aminah juga membocorkan sedikit kabar gembira mengenai inovasi baru PCA Semarang Selatan yang akan segera meluncurkan program bernama “D’Gaya”.
Dalam menjaga kesehatan gigi dan gizi anak bukanlah tugas satu malam. Ini adalah perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi. Mari kita mulai dari langkah sederhana: cek gigi rutin dan sajikan makanan sehat di meja makan kita hari ini. Karena senyum sehat mereka hari ini, adalah cermin kesuksesan mereka di masa depan.
Peni Kisworo Wati, S.Pd., M.Pd. selaku moderator memberikan simpulan menarik tentang pentingnya kembali ke alam. Ia mengajak para ibu untuk mendisiplinkan konsumsi real food (makanan utuh/alami) demi gizi yang optimal.
“Ilmu yang dipelajari tak akan bermakna tanpa adanya implementasi. Peran orang tua sangat krusial dalam memberikan teladan bagi anak-anaknya,” ujar Peni mengingatkan para peserta untuk mempraktikkan ilmu yang didapat di rumah.