Bikin Kagum Jamaah! Barisan Remaja Ini ‘Sikat’ Shaf Depan Kajian Subuh Saat Teman Sebaya Masih Terlelap
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Di saat sebagian besar remaja mungkin memilih menarik selimut lebih rapat di tengah liburan akhir tahun, pemandangan berbeda justru tersaji di Masjid Raya Candi Lama, Semarang. Pada Ahad pagi yang sejuk (21/12/2025), puluhan pasang mata muda nampak berbinar, duduk tegak menyimak mutiara ilmu. Mereka adalah para santri dari Pesantren Tahfidz Muhammadiyah (PTM) Ibnu Abbas yang memilih “mengencani” fajar demi memupuk rasa cinta kepada Sang Pencipta.
Kehadiran para santri liburan ini bukan sekadar formalitas. Mereka membawa semangat baru dalam kajian bertajuk “Fokus Mencintai Allah” yang dibawakan oleh ulama kharismatik, Ustadz Drs. KH. Musman Tholib, M.Ag. Langkah kaki mereka dari pesantren menuju masjid menjadi saksi bahwa liburan paling bermakna adalah saat hati tetap terhubung dengan Sang Pemilik Waktu.
Empat Kunci Langit untuk Penjaga Al-Qur’an
Dalam tausiyahnya, KH. Musman Tholib memberikan apresiasi tinggi kepada para santri. Sang kyai menjelaskan bahwa mencintai Allah membutuhkan aksi nyata, bukan sebatas kata-kata.
Ia membagikan empat kunci utama untuk para penghafal Al-Qur’an agar tetap fokus dalam menjaga hafalannya.
Kunci tersebut meliputi dzikir, syukur, doa, dan istighfar yang harus menjadi kebiasaan harian. Dalam penyampaian yang tegas itu bahwa hati yang bersih merupakan tempat terbaik bagi wahyu Allah.
“Dzikir kepada Allah menjadi benteng bagi penghafal Al-Qur’an agar hati selalu terpaut pada wahyu-Nya,” ujar KH. Musman Tholib dengan penuh penekanan.
Sang kyai memotivasi para santri agar selalu memohon kemudahan kepada Allah. Menurutnya, istighfar akan membersihkan jiwa dari segala noda yang menghambat hafalan.
Membangun Karakter Santri di Tengah Masyarakat
Pengurus PTM Ibnu Abbas Candisari 1 Semarang sengaja mengajak para santri berbaur dengan warga. Mereka ingin santri terbiasa bersosialisasi dan menyerap ilmu dari para ulama secara langsung.
Langkah ini bertujuan membangun karakter santri yang religius sekaligus peduli lingkungan sekitar.
Kehadiran santri liburan ini mendapat sambutan hangat dari jamaah Masjid Raya Candi Lama. Masyarakat melihat mereka sebagai harapan besar bagi masa depan dakwah di wilayah Candisari.
“Melihat para santri PTM Ibnu Abbas hadir di barisan depan memberikan harapan besar bagi masa depan dakwah di Candisari,” ungkap salah satu pengurus pesantren.
Kajian ini berakhir dengan doa bersama yang sangat syahdu. Para santri pulang membawa semangat baru untuk terus istiqomah. Liburan mereka tidak berlalu sia-sia, melainkan penuh dengan bekal untuk hari akhir.