Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Strategi Pendidikan Vokasi: Cetak Lulusan Berkarakter yang Dicintai Dunia Kerja

11 Januari 2026, 20:00 WIB 2 menit baca
Pelepasan jalan sehat Milad ke-54 SMK Muhammadiyah 1 Semarang sebagai simbol penguatan Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Karakter.
Semangat kolaborasi: Pelepasan peserta jalan sehat dalam rangka Milad ke-54 SMK Muhammadiyah 1 Semarang yang diikuti oleh keluarga besar sekolah dan mitra industri, Minggu (11/1/2026).

SEMARANG TENGAH, muhammadiyahsemarangkota.org – Tidak hanya soal skill, SMK Muhammadiyah 1 Semarang menjadikan pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam pendidikan vokasi untuk melahirkan tenaga kerja yang adaptif dan religius. Langkah strategis ini mengemuka dalam perayaan Milad ke-54 sekolah yang berlangsung meriah pada Ahad (11/1/2026).

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Lukman Hakim, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa sekolah kini fokus penuh menyiapkan SDM unggul. Hal ini bertujuan untuk menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. Pihak sekolah secara konsisten menjalankan prinsip link and match industri agar kompetensi siswa selaras dengan kebutuhan pasar kerja.

“Kami mengembangkan pendidikan vokasi yang sangat relevan. Oleh karena itu, kami menerapkan Kurikulum Merdeka SMK secara fleksibel agar bisa menyinkronkan materi ajar dengan puluhan perusahaan mitra,” ujar Lukman Hakim di hadapan ratusan peserta.

Optimalisasi Fasilitas dan Kelas Industri

Selain kurikulum, sekolah juga mendatangkan praktisi profesional untuk mengajar langsung di kelas. Kehadiran para ahli ini bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata bagi para siswa. Keberhasilan sinergi industri ini pun membuahkan apresiasi besar dari pemerintah pusat.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Semarang, Drs. Sutarto, M.M., membeberkan bahwa sekolah menerima dana revitalisasi SMK sebesar Rp1,7 miliar. Dana tersebut mengalir untuk memperbarui ruang kelas serta menyediakan peralatan praktik standar industri terbaru.

“Pemerintah memberikan kepercayaan besar kepada kami. Melalui bantuan dana revitalisasi SMK ini, kami memastikan siswa belajar menggunakan standar teknologi terkini yang digunakan oleh perusahaan besar,” kata Sutarto dengan bangga.

Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

Meskipun fasilitas sekolah kian modern, pihak sekolah tetap menempatkan etika sebagai prioritas. Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Dr. Bunyamin, M.Pd., mengingatkan bahwa penguasaan teknologi dalam Kurikulum Merdeka SMK harus beriringan dengan perilaku yang baik.

Menurutnya, dunia kerja masa depan menuntut individu yang jujur dan disiplin. Karakter inilah yang akan membuat lulusan pendidikan vokasi Muhammadiyah memiliki nilai tawar lebih tinggi daripada lulusan lainnya.

“Pendidikan termahal adalah menyadarkan siswa untuk mau berubah secara karakter. Anak-anak harus fleksibel dan adaptif, namun tetap santun agar dunia kerja mencintai mereka,” tutup Bunyamin.

Baca juga : Inilah Cara SMK Muhammadiyah 1 Semarang Pastikan Lulusannya Langsung Kerja!

Kontributor: Riyo Zakariya
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: