Sambut Isra Miraj 2026: Jangan Biarkan Ilmu Menguap Tanpa Amal Nyata!
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Menjelang peringatan Isra Miraj 2026, umat Islam perlu mempraktikkan ilmu sebagai bentuk ketaatan spiritual yang sejati, bukan sekadar menumpuk teori.
Suasana Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang terasa lebih hidup pada Senin (12/1/2026). Di tengah semangat jemaah melakukan persiapan Isra Miraj 2026, Ustadz Drs. H. Gunarto Muchsin hadir memberikan pesan mendalam. Anggota Majelis Tabligh PDM Kota Semarang ini menegaskan bahwa aksi nyata adalah inti dari setiap proses belajar. Oleh karena itu, ia mengajak jemaah agar amalkan ilmu agar berkah dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadz Gunarto memulai tausiyahnya dengan sebuah perumpamaan yang indah. Ia mengibaratkan ilmu seperti air hujan yang membawa rahmat dari langit. Namun, air tersebut hanya akan memberikan manfaat jika menyentuh jenis tanah yang tepat.
Menjadi Tanah yang Menyuburkan Kebaikan
“Ilmu itu laksana air hujan yang membawa rahmat. Jika kita mengamalkannya, maka ia akan menumbuhkan kebaikan dan amal saleh yang dampaknya terasa bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar Ustadz Gunarto secara lugas dalam tausiyah Masjid At-Taqwa PDM Semarang.
Ia menjelaskan bahwa orang yang mengamalkan ilmu berperan sebagai “tanah subur”. Tanah jenis ini menyerap air hujan sekaligus menumbuhkan pepohonan hijau bagi makhluk lainnya. Inilah gambaran nyata orang yang meraih keberkahan ilmu. Pengetahuan mereka berubah menjadi manfaat konkret bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Sebaliknya, ilmu tanpa pengamalan hanya akan menjadi beban sejarah yang berat. Kondisi ini mirip dengan tanah tandus yang membiarkan air mengalir sia-sia. “Ilmu yang tidak kita amalkan hanya akan menjadi beban. Ia tidak memberikan dampak positif, layaknya tanah tandus yang gagal menyerap air hujan,” tambah sosok dari Majelis Tabligh tersebut.
Memanfaatkan Momentum Bulan Rajab
Selain itu, ia mengingatkan jemaah bahwa saat ini umat Islam berada dalam keutamaan bulan Rajab 2026. Momentum mulia ini merupakan waktu terbaik untuk melatih ketaatan sebelum puncak peringatan Isra Miraj 2026 tiba. Maka dari itu, ia mendorong jemaah agar segera mempraktikkan cara mengamalkan ilmu dalam Islam.
Rahmat Allah bagi muslim memang senantiasa tercurah dengan luas layaknya udara yang kita hirup. Namun, rahmat tersebut menuntut respon positif berupa ketaatan dan akhlak mulia dari setiap hamba. Tanpa penerapan praktis, ilmu dan rahmat hanya akan berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan sedikit pun.
“Jika kita tidak menggunakan rahmat dan ilmu Allah sebagaimana mestinya, maka manfaatnya tidak akan terasa. Bahkan, ia bisa berlalu tanpa bekas kebaikan,” pesannya dalam kutipan langsung ketiga.
Refleksi Menuju Hari Besar
Ustadz Gunarto mengajak seluruh jemaah untuk melakukan refleksi diri yang mendalam. Ia berharap peringatan Isra Miraj 2026 tahun ini menjadi titik balik bagi kualitas iman masyarakat Semarang. Meskipun menuntut ilmu itu penting, mengubah ilmu menjadi karakter tetaplah tugas yang jauh lebih mulia.
Baca juga :
Hikmah Isra Miraj 2026: Rahasia Shalat Pembebas Kesulitan Hidup
Resep Kebahagiaan Sejati dalam Islam: Ubah Lelah Jadi Lillah Lewat Sujud