Agama Islam senantiasa mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk memandu umatnya mengenai adab tidur dalam Islam. Kita bisa menemukan berbagai panduan doa sebelum tidur melalui petunjuk Al-Qur’an dan hadis.
Kebiasaan berdoa sebelum terlelap ini bukan sekadar rutinitas harian biasa. Umat Muslim melakukannya sebagai wujud penerimaan atas limpahan rahmat Allah SWT di alam semesta.
Kasih Sayang Allah Bagi Seluruh Alam
Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman utama bagi umat manusia. Bagian akhir Surat An-Nahl ayat 89 menegaskan fungsi kitab suci ini:
وَنَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ الۡـكِتٰبَ تِبۡيَانًا لِّـكُلِّ شَىۡءٍ وَّ هُدًى وَّرَحۡمَةً وَّبُشۡرٰى لِلۡمُسۡلِمِيۡنَ
Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri.
Pesan dalam ayat tersebut sejalan dengan Surat Al-An’am ayat 38:
مَا فَرَّطۡنَا فِى الۡـكِتٰبِ مِنۡ شَىۡءٍ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمۡ يُحۡشَرُوۡنَ
Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.
Kedua firman ini membuktikan bahwa Allah mengurus segala urusan dan fenomena di alam semesta. Allah juga senantiasa menganugerahkan rahmat-Nya kepada semua ciptaan. Selain itu, Allah mengutus Nabi Muhammad SAW murni sebagai pembawa kasih sayang. Bukti ini tercantum secara jelas dalam Surat Al-Anbiya’ ayat 107:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan Kami tidak mengutus engkau melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Rasulullah SAW selanjutnya menjabarkan betapa luasnya kasih sayang Allah. Beliau bersabda sebagai penjelas dasar penciptaan manusia:
إِنَّ للهِ تعالى مئةُ رحمةٍ فمنها رحمةٌ يَتَرَاحَمُ بها الخَلْقُ بَيْنَهُمْ، وتِسْعٌ وتِسْعُونَ لِيَومِ القِيَامَةِ
Sesungguhnya Allah mempunyai seratus rahmat. Satu dari rahmat itu makhluk saling berkasih sayang diantara mereka. Adapun rahmat yang sembilan puluh Sembilan, masih Allah simpan untuk diberikan pada hari kiamat – HR Muslim).
Oleh karena itu, rahmat Allah senantiasa mendahului murka-Nya bagi seluruh makhluk. Nabi SAW menegaskan kembali prinsip ini melalui sabdanya:
إِنَّ اللَّهَ لَمَّا قَضَى الْخَلْقَ كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ: إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي
Sesungguhnya Allah, ketika telah menetapkan penciptaan makhluk, menulis di sisi-Nya di atas ‘Arsy-Nya: ‘Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku’ – (HR Bukhari dan Muslim).
Tingkatan Doa Sebelum Tidur dalam Islam
Allah melimpahkan rahmat-Nya dari organisme sel tunggal terkecil hingga makhluk kompleks seperti manusia. Rahmat ini juga meliputi berbagai aktivitas harian kita. Cakupan rahmat itu berlaku mulai dari kegiatan sepele seperti tidur hingga ibadah besar seperti ibadah haji dan jihad.
Oleh karena itu, adab tidur dalam Islam memiliki aturan khusus agar pelakunya terus mendapat keberkahan. Kita bisa membedakan kualitas tidur ini menjadi tiga, yakni level PAUD, tidur liar, dan tidur syar’i.
Anak usia dini (PAUD) biasanya melafalkan doa sebelum tidur tingkat dasar. Para pendidik dan pengasuh mengajarkan doa pendek ini setiap malam:
اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ
Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup; dengan nama-Mu pula aku mati – (HR Muslim).
Banyak orang dewasa bahkan yang bergelar profesor masih mempertahankan bacaan doa sebelum tidur tingkat PAUD ini. Kebiasaan ini tentu tetap bernilai kebaikan.
Namun, sebagian orang justru merebahkan tubuh ke kasur tanpa mengingat Allah sama sekali. Kebiasaan ini termasuk kategori tidur liar karena pengerjaannya tidak mengundang rahmat Allah secara langsung.
Meraih Keutamaan Tidur Syar’i Sesuai Sunnah
Setiap Muslim sebaiknya mulai meningkatkan amalan istirahatnya menjadi tidur syar’i. Kualitas tidur kita akan mengundang rahmat tak terhingga jika meniru tuntunan Rasulullah SAW sepenuhnya.
Beliau mengajarkan lafal doa istighfar khusus yang mampu menggugurkan banyak dosa. Berikut ini bacaan doa sebelum tidur yang sangat dianjurkan sesuai sunnah Nabi:
مَنْ قَالَ حِينَ يَأْوِي إِلَى فِرَاشِهِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ رَمْلٍ عَالِجٍ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ عَدَدِ وَرَقِ الشَّجَر
Barangsiapa ketika akan tidur ia mengucapkan: Aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Benar, dan aku bertaubat kepada-Nya sebanyak tiga kali, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya walaupun seperti buih di lautan, walaupun seperti gunung pasir, walau seperti jumlah daun di pepohonan – (HR Tirmidzi).
Lafal Doa yang Dibaca (Latin): Astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih. (Diucapkan sebanyak 3 kali).
Mari kita biasakan membaca doa sebelum tidur secara syar’i. Langkah sederhana ini akan mengubah pola tidur biasa menjadi aktivitas ibadah penuh pahala.
Seandainya kita tidak terbangun lagi keesokan harinya, kita telah membersihkan dosa-dosa di dalam diri. Pada akhirnya, kita akan menghadap Allah SWT dalam keadaan suci dan mendapat rida sepenuhnya.