Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Tabligh 4 menit baca

5 Kewajiban Orang Sakit dalam Islam yang Wajib Anda Ketahui

Redaksi

5 Kewajiban Orang Sakit dalam Islam yang Wajib Anda Ketahui
Menjaga ketenangan hati dan kedekatan dengan Allah melalui doa dengan tasbih saat menghadapi ujian kesehatan di masa tua.

Sakit adalah ujian sekaligus bentuk kasih sayang Allah bagi hamba-Nya. Setiap manusia pasti pernah merasakan kondisi fisik yang menurun ini. Saat ujian kesehatan ini datang, kita tidak boleh sekadar mengeluh atau berputus asa. Islam telah mengajarkan beberapa kewajiban orang sakit agar masa sulit tersebut bernilai ibadah.

Mengetahui adab ketika sakit akan membuat hati penderita jauh lebih tenang. Kami melansir pembahasan ini dari buku Tuntunan Perawatan Jenazah Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY. Kita bisa meraih banyak hikmah sakit dalam Islam melalui penerapan panduan tersebut. Mari kita pelajari bersama apa saja kewajiban yang harus kita penuhi saat berjuang meraih kesembuhan.

Bersabar, Berikhtiar, dan Selalu Berprasangka Baik

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah bersikap sabar. Kesabaran mengubah rasa sakit yang tidak menyenangkan menjadi ladang pahala tak terbatas. Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan luar biasa ini melalui sabdanya dari riwayat Shuhaib:

ﺧَ ﻴﺮ ْ ًا ﻟﻪ َ ُ ﺳﺮ َ َّاءُ ﺷ َ ﻜَﺮَ ﻓَﻜﺎ َ ن َ ﺧَ ﻴﺮ ْ ًا ﻟﻪ َ ُ وَِن ْ أَﺻ َ ﺎَﺘْﻪُ ﺿﺮ َ َّاءُ ﺻ َ ﺒﺮ َ َ ﻓَﻜﺎ َ ن َ إِن َّ أَْﺮَهُ ﻛﻠ ُ َّﻪُ ﺧَ ﻴﺮ ْ ٌ وَﻟَْﺲ َ ذَاك َ ﻷ ِ َﺣَ ﺪ ٍ إِﻻ َّ ِﻠْﻤُﺆْﻣِﻦ ِ إِن ْ أَﺻ َ ﺎَﺘْﻪُ ﻗَﺎل َ رَﺳ ُ ﻮل ُ اﷲِ ﺻ َ ﻠﻰ َّ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳ َ ﻠَّﻢَ ﻋَﺠ َ ﺒًﺎ ﻷ ِ َْﺮِ اْﻤُﺆْﻣِﻦ ِ

“Sungguh mengagumkan perkara orang mukmin karena semua urusannya adalah baik, dan hal itu tidak terjadi pada seorangpun kecuali orang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka hal itu baik baginya. dan apabila ditimpa kesulitan, ia bersabar, maka hal itupun baik baginya”.

Selain bersabar, kewajiban orang sakit selanjutnya adalah senantiasa berikhtiar. Kita harus mencari pengobatan secara medis maupun cara lain yang sesuai ajaran syariat. Upaya penyembuhan ini membuktikan semangat hidup kita untuk kembali sehat demi melanjutkan ibadah.

Selama menjalani masa pengobatan, penderita wajib berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah. Pikiran positif sangat membantu proses pemulihan fisik sekaligus menguatkan mental kita. Rasulullah SAW mengingatkan umatnya melalui sebuah hadis dari riwayat Jabir:

َﻘُﻮل ُ ﻻ َ َﻤُﻮَﻦ َّ أَﺣَ ﺪ ُ ُﻢْ إِﻻ َّ وَﻫُﻮَ ﻳﺤ ُ ْﺴ ِ ﻦ ُ ﺑِﺎﷲِ اﻟﻈ َّ ﻦ َّ ﺳ َ ﻤِﻌْﺖ ُ اﻟﻨَّﺒﻲ ِ َّ ﺻ َ ﻠﻰ َّ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳ َ ﻠَّﻢَ َﺒْﻞ َ وَﻓَﺎﺗِﻪِ ﺑِﺜَﻼ َ ث ٍ

“Aku pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda sebelum wafatnya:”Janganlah salah seorang dari kamu semua mati, kecuali berbaik sangka (Husnudzan) kepada Allah”.

Menjaga Harapan dan Menyiapkan Wasiat Keluarga

Orang yang sedang sakit harus selalu optimis dan penuh pengharapan. Ulama menyebut kondisi ideal ini sebagai keseimbangan antara rasa takut (khauf) dan harapan (raja’). Hati kita harus berharap kesembuhan kepada Allah sekaligus merasa takut akan dosa-dosa masa lalu. Anas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan kisah inspiratif tentang sikap ini:

أَن َّ اﻟﻨَّﺒﻲ ِ َّ ﺻ َ ﻠﻰ َّ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳ َ ﻠَّﻢَ دَﺧَﻞ َ ﻋﻠﻰ َ َ ﺷ َ ﺎب ٍّ وَﻫُﻮَ ﻓﻲ ِ أَْﻄ َ ﺎهُ اﷲُ ﻣَﺎ ﻳَﺮْﺟُﻮ وَآﻣَﻨَﻪُ ِﻤَّﺎ ﻳﺨ َ َﺎف ُ وَﺳ َ ﻠَّﻢَ ﻻ َ ﻳﺠ َ ْﺘَﻤِﻌَﺎن ِ ﻓﻲ ِ ﻗَﻠْﺐ ِ َﺒْﺪ ٍ ﻓﻲ ِ ﻣِﺜْﻞ ِ ﻫَﺬَا اْﻤَﻮْﻃ ِ ﻦ ِ إِﻻ َّ اﷲَ وَِﻧﻲ ِّ أَﺧَﺎف ُ ذُﻧُﻮ ِ َﻘَﺎل َ رَﺳ ُ ﻮل ُ اﷲِ ﺻ َ ﻠﻰ َّ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ اْﻤَﻮْت ِ َﻘَﺎل َ ﻛَﻴْﻒ َ

“Bahwa Rasulullah SAW. masuk kepada seorang pemuda yang hampir pada ajalnya, maka beliau bersabda:”Bagaimana perasaanmu? Jawabnya:”Aku berharap kepada Allah dan khawatir akan dosaku”. Maka beliau SAW. bersabda:”Kalau berkumpul kedua sifat itu dalam hati seorang hamba pada peristiwa seperti ini tentulah Allah memberikan apa yang diharapkan dan melindunginya dari apa yang ditakutkan”.

Selanjutnya, kewajiban orang sakit yang sering umat Islam lupakan adalah berwasiat. Agama sangat menganjurkan kita memberikan wasiat kepada sanak keluarga. Hal ini sangat penting terutama jika kita memiliki harta atau urusan duniawi yang belum selesai. Allah SWT berfirman secara tegas mengenai aturan ini dalam Al-Qur’an:

اْﻮَﺻ ِ ﻴَّﺔُ ِﻠْﻮَاﻟﺪ ِ َ ﻳْﻦ ِ وَاﻷ ْ َﻗْﺮَِﻴﻦ َ ﺑِﺎْﻤَﻌْﺮُوف ِ ﺣ َ ﻘًّﺎ ﻋﻠﻰ َ َ اْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦ َ ﻛُﺘِﺐ َ ﻋَﻠَﻴُْﻢْ إِذَا ﺣَﻀﺮ َ َ أَﺣَ ﺪ َ ُﻢُ اْﻤَﻮْت ُ إِن ْ ﺗَﺮَك َ ﺧ َ ﻴﺮ ْ ًا

“Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf, (Ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.”

Mempraktikkan adab-adab ini membuat hati setiap penderita jauh lebih ikhlas. Allah pasti menilai setiap kesabaran dan ikhtiar kita dengan balasan terbaik. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan keberkahan bagi kita semua dalam segala kondisi.

Editor: Adib Abyan Albari
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: