Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Tabligh 6 menit baca

Nama Sapaan Nabi Muhammad yang Paling Intim dan Populer

Drs. H. Danusiri, M.Ag.

Wakil Ketua PDM Kota Semarang

Nama Sapaan Nabi Muhammad yang Paling Intim dan Populer
Drs. H. Danusiri, M.Ag., Wakil Ketua PDM Kota Semarang sekaligus Dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan Unimus, saat mengulas realitas sosiologis fenomena Munu dalam praktik keagamaan warga Muhammadiyah dan NU. (Foto: Dok. Pribadi/Istimewa)

Menurut Michael H. Hart, Nabi Muhammad adalah satu-satunya manusia yang paling berpengaruh di dunia, sebuah pengaruh yang insyaallah akan terus abadi hingga hari akhir nanti. Pengaruh ini tak lepas dari peran beliau sebagai utusan Allah, dan yang menarik adalah bagaimana beliau disapa.

Meski punya banyak nama, nama Muhammad paling populer karena menjadi syarat mutlak bagi siapa pun yang meyakini beliau sebagai Rasul, yaitu melalui syahadat. Di dalam salat pun, nama Muhammad pasti disebut dalam selawat, khususnya di posisi tahiyat.

Namun, harus dipahami bahwa nama formal bisa berbeda dari sapaan sehari-hari, dan hal ini juga berlaku pada Nabi Muhammad. Sapaan akrab dan intim yang beliau terima bukanlah kunyah, seperti Abu Qasim, karena sapaan ini dilarang oleh beliau. Sebaliknya, atas fungsi beliau sebagai utusan Allah, beliau sering disapa dengan kata Rasul.

Allah sendiri menyapa dan memposisikan beliau dengan kata ini dan berbagai derivasinya, seperti rasul, arsal, mursalin, dan arsil. Kata-kata ini tercatat dalam Al-Qur’an dan terulang sebanyak 520 kali. Contoh penyebutan pertama tercatat pada surat At-Taubah ayat 33:

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُشْرِكُونَ

Artinya:
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

Penyebutan terakhir pada surat As-Shaff ayat 181:

وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ

Artinya:
Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.

Contoh sapaan langsung dari Allah kepada beliau, pada surat Al-Maidah ayat 41:

أَيُّهَا ٱلرَّسُولُ لَا يَحْزُنكَ ٱلَّذِينَ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْكُفْرِ مِنَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِأَفْوَٰهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِن قُلُوبُهُمْ

Artinya:
Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka…

Perlu digarisbawahi bahwa Allah memberikan contoh menyapa hamba dan utusan-Nya secara intim dengan sapaan Rasul. Tentu, sebagai umatnya, kita harus sami’na wa atha’na (mendengar dan menaati) tanpa menambah-nambah.

Ungkapan dalam kasidah yâ sayyidî yâ Rasûlallâh adalah contoh penambahan sapaan kepada beliau. Faktanya, kata sayyid dan sayyidî dalam hadis-hadis mu’tabar tidak ditujukan kepada beliau, melainkan untuk nama seseorang, pemimpin suatu kaum, atau majikan dalam kehidupan dunia (dalam bahasa Jawa disebut batur). Nabi sendiri bersabda:

قَالَ رَسُوْلُ اللِه صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَقُوْلَنَّ أَحَدُكُمْ عَبْدِي فَكُلُّكُمْ عَبْدٌ وَلَكِنْ لِيَقُلْ فَتَايَ وَلَا يَقُلْ رَبِّي فَإِنَّ رَبَّكُمْ اللهُ وَلَكِنْ لِيَقُلْ سَيِّدِي

Artinya:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan sampai salah seorang dari kalian memanggil dengan: ‘Abdiy (hambaku), karena sesungguhnya kalian semua adalah hamba, akan tetapi ucapkanlah: Fataya (pemudaku). Dan janganlah dia memanggil dengan: Rabbiy (tuhanku), karena sesungguhnya Rabb kalian adalah Allah, akan tetapi katakanlah: Sayyidiy (tuanku).” (HR Ahmad: 10032).

Kata sayyid juga menunjuk pada formula istigfar, yaitu sayyidul istighfar, atau menunjuk hari Jumat sebagai sayyidul ayyâm, meskipun hadisnya lemah. Bahkan, kata sayyid juga digunakan untuk menunjuk kepada istri beliau, Aisyah (HR Ahmad: 25208). Selain itu, enam kali kata sayyid yang berarti pemimpin menunjuk pada cucu beliau, yaitu Hasan:

أَبَا بَكْرَةٍ يَقُوْلُ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَالْحَسَنُ بْنِ عَلِي إِلَى جَنْبِهِ وَهُوَ يَقْبَلُ عَلَى النَّاسِ مَرَّةً وَعَلَيْهِ أُخْرَى وَيَقُوْلُ إِنَّ ابْنِي هَذَا سَيِّدٌ وَلَعَلَّ اللهُ أَنْ يُصْلِحَ بِهِ بَيْنَ فِئَتَيْنِ عَظِيْمَتَيْنِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Artinya:
Abu Bakrah berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas mimbar sedangkan al-Hasan bin Ali ada di samping beliau sementara beliau sesekali memandang ke hadapan orang banyak dan sesekali memandang kepadanya lalu bersabda: “Sesungguhnya anakku ini adalah sayyid (pemimpin) dan semoga Allah akan mendamaikan dua kelompok besar kaum Muslimin melalui tangannya.” (HR. Bukhari: 2505; Ahmad: 9352, 19550, 19572, 19595, 19611).

Intinya, tidak ada riwayat yang menunjukkan kata sayyid digunakan untuk menyapa Rasulullah sebagai sapaan hormat.

Dalam semua hadis, manakala sahabat menyapa Nabi Muhammad, mereka selalu menggunakan sapaan Rasulullah, seperti contoh-contoh berikut:

Contoh (1):
يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّكَ تُدَاعِبُنَا؟ قَالَ: إِنِّي لَا أَقُولُ إِلَّا حَقًّا
Artinya: Wahai Rasulullah, engkau bercanda dengan kami? Beliau bersabda, “(Benar), tapi aku tidak berkata kecuali kebenaran.” (HR. Bukhari: 265).

Contoh (2):
يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي أَرَى فِي وَجْهِ أَبِي حُذَيْفَةَ مِنْ دُخُولِ سَالِمٍ وَهُوَ حَلِيفُهُ
Artinya: Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya melihat di wajah Abu Hudzaifah cemberut karena keluar masuknya Salim ke rumah, padahal dia adalah pelayannya.” (HR. Muslim: 1453).

Contoh (3):
يَا رَسُولَ اللَّهِ، بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي
Artinya: Ya Rasulullah, demi ayah dan ibuku.” (HR. Bukhari: 6065).

Selain Rasul, sapaan intim lainnya dari Allah adalah Nabi. Beliau disapa dengan nama Nabi terulang sebanyak 44 kali, salah satu contohnya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya:
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa di antara banyak sapaan kepada Nabi Muhammad, Rasul atau Rasulullah adalah sapaan yang paling populer dan intim, baik sapaan dari langit maupun di bumi.

Editor: Agung S Bakti
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: