Setiap Muslim mendambakan rumah di surga, tempat kembali terbaik yang penuh kenikmatan abadi. Tahukah Anda, salah satu kunci sederhana untuk mewujudkan impian itu adalah dengan istiqamah pada amalan sunnah yang ringan, yaitu Shalat Sunnah Rawatib, khususnya Shalat Ba’diyah Dhuhur? Amalan sunnah ini bukan sekadar pelengkap, melainkan jembatan emas menuju karunia Allah Swt. Mari kita selami lebih dalam tata cara dan keutamaan Shalat Ba’diyah Dhuhur berdasarkan tuntunan Rasulullah saw.
Berikut panduan mengenai Shalat Ba’diyah Dhuhur yang disarikan dari buku Tuntunan Shalat-Shalat Tathawwu’ terbitan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Tahun 2015. Panduan ini mencakup dasar hukum, tata cara pelaksanaan, serta keutamaan yang terkandung di dalamnya.
Mengenal Shalat Ba’diyah Dhuhur
Shalat Ba’diyah Dhuhur adalah Shalat Tathawwu’ (sunah) yang dikerjakan setelah melaksanakan Shalat Fardu Dhuhur. Shalat ini termasuk dalam kategori shalat sunah Rawatib yang mengiringi shalat fardu.
Tatacara Pelaksanaan
Shalat Ba’diyah Dhuhur dapat dikerjakan sebanyak 2 rakaat atau 4 rakaat. Dalil yang mendasari jumlah rakaat ini bersumber dari hadis-hadis Nabi saw. yang berbeda-beda, menunjukkan adanya keluasan dalam pelaksanaannya:
- Dua Rakaat (Sunnah Mu’akkad)
Berdasarkan hadis riwayat Ibnu ‘Umar:
قَالَ حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ
“Hal yang aku ingat dari Nabi saw. ialah sepuluh raka’at yang terdiri dari dua raka’at sebelum dhuhur dan dua raka’at sesudahnya; dua raka’at sesudah Maghrib yang dikerjakan di rumahnya; dua raka’at sesudah Isya yang dikerjakan dirumahnya; dan dua raka’at sebelum shalat Shubuh”. - Empat Rakaat
Berdasarkan hadis riwayat Ummu Habibah:
أَنَّهَا سَمِعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعًا بَعْدَهَا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ النَّارَ
“Ia mendengar Rasulullah saw. bersabda:”Barangsiapa yang shalat empat raka’at sebelum dzuhur, dan empat raka’at sesudanya, maka Allah mengharamkannya dari api neraka.”
Keutamaan Shalat Ba’diyah Dhuhur
Shalat sunnah ini menyimpan keutamaan yang luar biasa bagi pelakunya, di antaranya:
- Jaminan Dibangunkan Rumah di Surga
Barangsiapa yang senantiasa menjaga pelaksanaan Shalat Sunnah Rawatib dua belas rakaat dalam sehari semalam, maka ia dijanjikan akan dibangunkan sebuah rumah di Surga. Dua rakaat Ba’diyah Dhuhur termasuk dalam hitungan ini.
Hadis riwayat Ummu Habibah:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اثْنَتَا عَشْرَةَ رَكْعَةً مَنْ صَلَّاهُنَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْعَصْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ
“Bahwa Rasulullah saw., bersabda:”barangsiapa yang mengerjakan shalat 12 raka’at, maka Allah akan membangunkan rumah baginya di surga, empat raka’at sebelum dzuhur, dua raka’at sesudah dzuhur, dua raka’at sebelum Ashar, dua raka’at sesudah Maghrib dan dua raka’at sebelum shalat Shubuh”.
- Diharamkan dari Api Neraka
Khusus bagi yang menjaga shalat empat rakaat sebelum dan empat rakaat sesudah Dhuhur, Allah menjanjikan diharamkannya api neraka atasnya. (Mengacu pada Hadis Ummu Habibah di atas: “…Barangsiapa yang shalat empat raka’at sebelum dzuhur, dan empat raka’at sesudanya, maka Allah mengharamkannya dari api neraka.”) - Waktu Dibukanya Pintu-Pintu Langit
Waktu pelaksanaan shalat sunnah setelah matahari tergelincir (sebelum Dhuhur dan juga waktu Rawatib Dhuhur) adalah saat istimewa di mana pintu-pintu langit dibuka, menjadikannya waktu yang baik bagi amal saleh untuk diangkat.
Hadis riwayat ‘Abdullah bin al Sa’ib (tentang Qabliyah Dhuhur, yang menunjukkan keutamaan waktu tersebut):
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ السَّائِبِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي أَرْبَعًا بَعْدَ أَنْ تَزُولَ الشَّمْسُ قَبْلَ الظُّهْرِ وَقَالَ إِنَّهَا سَاعَةٌ تُفْتَحُ فِيهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَأُحِبُّ أَنْ يَصْعَدَ لِي فِيهَا عَمَلٌ صَالِحٌ
“Bahwa Rasulullah saw. beliau shalat empat raka’at sesudah matahari tergelincir, sebelum shalat dzuhur, dan beliau bersabda,”Sesungguhnya inilah saat pintu-pintu langit dibuka, dan aku ingin agar yang naik dari diriku pada saat ini adalah amal yang shalih”.
Shalat Ba’diyah Dhuhur adalah investasi akhirat yang mudah dan sangat berharga. Dengan konsisten melaksanakannya, kita bukan hanya menyempurnakan ibadah fardu, tetapi juga menggapai janji Allah berupa rumah di surga dan pengharaman dari api neraka. Mari kita mulai istiqamah menjaganya!
Baca juga :
Meraih Keutamaan Dunia dan Seisinya dengan Shalat Sunnah di Antara Adzan dan Iqamat