Euforia menyambut bulan Ramadan seringkali membuat kita fokus pada target tamat Al-Qur’an atau sedekah. Namun, sudahkah kita bertanya pada diri sendiri: apakah salat kita sudah benar? Karena salat adalah penentu diterima atau tidaknya amal lainnya.
Kita tentu tidak ingin melewatkan kesempatan emas ini dengan persiapan yang ala kadarnya. Pertanyaan tersebut harus kita jawab dengan jujur mulai sekarang, mengingat tamu yang akan datang bukanlah tamu sembarangan.
Sebentar lagi kita akan berjumpa dengan tamu istimewa, bulan yang sangat mulia. Bulan Ramadan membawa ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka. Allah melipatgandakan pahala dan menghapus dosa-dosa di dalamnya.
Namun, kita perlu menyadari satu hal penting. Ramadan bukan hanya tentang puasa menahan lapar dan dahaga. Bulan ini menuntut perbaikan kualitas ibadah secara menyeluruh. Pondasi utama dari seluruh rangkaian ibadah tersebut adalah salat.
Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)
Salat merupakan tiang agama. Jika salat seseorang baik, ibadah lainnya tentu akan baik. Sebaliknya, jika ia merusak atau melalaikan salat, Allah mungkin tidak akan menerima ibadah lainnya.
Pondasi Persiapan Ramadan
Rasulullah ﷺ memberikan peringatan tegas melalui sabdanya:
أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ
“Amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini seharusnya menampar kesadaran kita. Momen menyambut bulan Ramadan harus kita gunakan untuk bercermin. Kita perlu melakukan evaluasi diri secara jujur:
- Apakah salat lima waktu kita sudah tepat waktu?
- Apakah kita masih sering menundanya karena urusan dunia?
- Apakah kita mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa?
- Sudahkah kita menghadirkan kekhusyukan saat menghadap Allah?
Jangan sampai kita hanya bersemangat mengejar amalan bulan Ramadan seperti puasa dan tarawih. Namun, di sisi lain kita justru menyepelekan salat wajib. Padahal, Ramadan datang bukan untuk menambah ibadah sesaat. Bulan ini hadir untuk melatih kita memperbaiki salat dan kebiasaan ibadah sepanjang tahun.
Ancaman Bagi yang Lalai
Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā mengingatkan kita dalam Al-Qur’an:
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.” (QS. Al-Ma‘un: 4–5)
Ayat ini sangat menakutkan. Celaka bukan hanya mengancam orang yang meninggalkan salat. Ancaman ini juga berlaku bagi mereka yang lalai. Lalai bisa berarti menunda waktu, tidak menyempurnakan rukun, atau pikiran yang melayang ke mana-mana.
Oleh karena itu, mari kita lakukan langkah konkret sebagai persiapan Ramadan. Mulailah dengan:
- Meluruskan niat salat hanya karena Allah.
- Menjaga kedisiplinan waktu salat.
- Melaksanakan salat berjamaah di masjid.
- Berusaha keras menghadirkan hati saat salat.
Momentum Perubahan
Jadikanlah Ramadan sebagai momentum perubahan. Jangan biarkan bulan ini lewat sekadar sebagai rutinitas tahunan. Jika Anda menginginkan Ramadan yang berkualitas, perbaikilah salat Anda sebelum hilal Ramadan terlihat.
Alasannya sangat jelas. Salat yang baik akan memberikan dampak luar biasa. Ia akan membersihkan hati dan menenangkan jiwa. Selain itu, salat yang benar mampu mencegah perbuatan dosa. Ia pun akan mendekatkan kita kepada Sang Pencipta.
Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
“Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)
Salat yang benar akan membentuk pribadi yang sabar, jujur, dan bertakwa. Karakter inilah bekal utama untuk menjalani puasa Ramadan dengan penuh keikhlasan.
Akhir kata, mari kita menyambut bulan Ramadan dengan taubat nasuha. Mari memperbaiki salat lima waktu kita. Hidupkan pula salat sunah dan biasakan berjamaah bersama keluarga. Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita.
Doa Penutup
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَأَعِنَّا فِيهِ عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُحَافِظِينَ عَلَى الصَّلَاةِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ صَلَاتَنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّار.
Baca juga;
Menjaga Shalat di Tengah Kesibukan, Rahasia Rezeki Berkah dan Hati Tenang