Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.


MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Dalam upaya menghadirkan praktik kurban yang lebih ramah lingkungan, Muhammadiyah Kota Semarang pada perayaan Iduladha 1446 H mulai menerapkan program Green Kurban. Untuk kurban pada tahun ini mulai diujicobakan di masjid At Taqwa RS Roemani, Semarang Selatan dan masjid At Taqwa Muhammadiyah Wates, Ngaliyan.

Masjid ini menjadi lokasi percontohan untuk mengimplementasikan praktik kurban yang lebih ramah lingkungan, seperti pengurangan penggunaan kantong plastik, penggunaan wadah ramah lingkungan, dan pengelolaan limbah penyembelihan hewan yang baik. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan yang masih rendah.

Pada saat ini, Indonesia tengah menghadapi ancaman nyata berupa deforestasi, krisis air, polusi udara, dan dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, Muhammadiyah Kota Semarang berinisiatif untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dalam menjalankan praktik kurban.

Dengan program Green Kurban, Muhammadiyah Kota Semarang berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak negatif dari praktik kurban. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk menjalankan praktik kurban yang lebih ramah lingkungan.


Solusi Kurban yang Ramah Lingkungan

Green Kurban hadir sebagai solusi untuk membuat praktik kurban lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Program ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari praktik kurban terhadap lingkungan.

Dengan Green Kurban, masyarakat diajak untuk mengadopsi praktik kurban yang lebih ramah lingkungan, seperti:

  1. Pengurangan penggunaan kantong plastik dalam pembagian daging
  2. Penggunaan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu atau daun jati
  3. Pengelolaan limbah penyembelihan hewan agar tidak mencemari saluran air dan sungai

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, Indonesia menghasilkan lebih dari 11 juta ton sampah plastik setiap tahun, dan sekitar 3,2 juta ton di antaranya mencemari laut.

Kondisi ini mendorong perlunya gerakan green kurban atau kurban ramah lingkungan yang bisa menjadi solusi nyata bagi masalah tersebut. Dengan demikian, Green Kurban dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak negatif dari praktik kurban.



Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara