MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, TEMBALANG – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tembalang 2 secara rutin mengadakan kajian tentang pembelajaran akidah yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar pada pekan ke 2 & 4 pada hari Ahad setiap bulannya, yang bertempat di masjid Saubari Bening Hati, kompleks Pondok Tahfidz Ash Saubari, Meteseh, Semarang. Untuk kajian pada pekan ke-2 ini diadakan pada tanggal 16 Januari 2022 dengan narasumber ustadz Ahmad Syarifudin Lc.,M.A. yang berprofesi sebagai dosen Universitas Muhammadiyah Semarang, yang akan menyampaikan tema “Hal-Hal Perusak Akidah”

Pengertian Akidah Secara etimologis berakar dari kata ‘aqida-ya’qidu ’aqdan-aqidatan. Kaitan antara arti kata “aqdan” dan “aqidah” adalah keyakinan itu tersimpul dengan kokoh di dalam hati, bersifat mengikat dan mengandung perjanjian. Jadi aqidah adalah sesuatu yang diyakini oleh seseorang. Namun secara terminologi, Akidah adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak tercampur sedikitpun dengan keraguan-keraguan.
Menanamkan dan memelihara aqidah itu penting sekali. Aqidah merupakan pondasi utama dalam beragama seseorang, maka mengajarkan aqidah pada keluarga dan keturunan pertama yg dilakukan. Akidah telah dijabarkan dalam Al-Qur’an dalam surah Al-Maidah ayat 15-16 :
Al-Maidah ayat 15
يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ
Terjemah Arti : Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menjelaskan.
Al-Maidah ayat 16
يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Terjemah Arti : Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus.
Salah satu ciri orang yang beriman adalah memiliki Akidah yang baik dan kuat. Karena, jika seseorang memiliki akidah yang baik maka orang itu pasti memiliki komitmen yang utuh kepada Allah SWT. Ciri-ciri orang yang memiliki Akidah yang baik adalah, punya rasa takut terhadap Allah. Menjauhkan diri dari kegiatan yang sia-sia, tawakal, sabra dan masih banyak lagi

Beberapa hal-hal yang dapat merusak akidah, antara lain :
1. Syirik
Syirik adalah perilaku yang menyekutukan Allah SWT. Bertindak dan bertingkah ada yang harus dipuji dan dipuja selain Allah. Syirik adalah dosa terbesar seorang manusia yang mendurhakai Allah SWT. Bahaya Perbuatan Syirik terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Bayyinah Ayat 6 :
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗ
Terjemah Arti : Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.
2. Nifaq
Secara Bahasa, Nifaq berarti lubang tempat keluarnya yarbu (hewan sejenis tikus) dari sarangnya. Dikatakan pula, kata Nifaq berarti lubang bawah tanah tempat tersembunyi. Menurut Ibnu Rajab, Nifaq secara Bahasa bersinonim dengan kata mencela, berbuat makar dan menampakkan kebaikan serta menyembunyikan kejahatan.
3. Kufur
Kufur adalah perbuatan yang mengingkari Allah SWT. dan Rasul-Nya, termasuk di dalamnya mengingkari nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Hal tersebut diterangkan pula dalam Surah Ibrahim ayat 7 :
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Terjemah Arti : Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.
4. Khurafat
Khurafat atau percaya dengan hal-hal yang tidak logis biasanya berkembang dari nenek moyang secara turun menurun dan akhirnya diyakini hingga sekarang. Misalnya, duduk di pintu akan menghalangi jodoh. Seperti yang terdapat dalam surah Yunus ayat 107 :
وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗ ٓاِلَّا هُوَ ۚوَاِنْ يُّرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَاۤدَّ لِفَضْلِهٖۗ يُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ ۗوَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Terjemah Arti : Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Pada umumnya, Khurafat adalah cerita-cerita yang dicampurkan dengan perkara dusta, atau bisa saja hanya berdasarkan khayalan atau rekaan manusia semata. Seperti misalnya ramalan tentang masa depan, hal-hal itu tentu sajamenyimpang dari Akidah Islam dan sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Cara Membentengi Diri Agar Terhindar Dar Hal-Hal Yang Merusak Akidah
Adapun cara agar diri terhindar dari berbagai hal yang merusak Akidah dan tentu saja merusak hubungan dengan Allah SWT. Antara lain :
1. Selalu melaksanakan Shalat, karena dengan melakukan Shalat yang benar akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar, sekiranya orang yang menyeru pada kebajikan dan mencegah dari yang yang munkar adalah orang yang beruntung. Seperti yang terdapat di dalam dalam Surah Ali Imran ayat 104 :
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Terjemah Arti : Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
2. Selalu berusaha untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Karena dengan begitu, Allah SWT. akan senantiasa memberi jalan keluar atas setiap masalah yang dihadapi.
3. Sadari bahwa setiap perbuatan akan selalu dimintai pertanggungjawaban, apa yang dilakukan saat ini tentu akan dimintai pertanggungjawaban di hari kelak. Ingat bahwa ini hanya dunia, bersifat fana atau sementara, tidak kekal.
4. Selalu mengingat bahwa Allah SWT. berada dimanapun dan kapanpun. Karena dengan selalu mengingat Allah, hati akan terasa tenang dan selalu berada dalam suasana kontak batin dengan Allah SWT.
Penulis : Ahmad Syarifudin
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara