Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Muhammadiyah Ungkap Rahasia Mendongeng yang Bikin Anak Cinta Buku

1 Agustus 2025, 20:38 WIB • 4 menit baca
Muhammadiyah Ungkap Rahasia Mendongeng yang Bikin Anak Cinta Buku

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Gelak tawa dan sorak sorai antusiasme membahana di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (1/8/2025) siang. Mata ratusan guru dari TK ABA Aisyiyah dan sekolah dasar negeri tampak berbinar-binar, tak berkedip mengikuti setiap gerakan dan mimik wajah Tedi Kartino, pendongeng profesional dari Kampung Dongeng Indonesia.

Tedi tengah memperagakan langsung jurus jitu mendongeng yang mampu menyulap suasana kelas menjadi panggung keseruan. Sebuah panggung di mana siswa-siswi tak hanya terhibur, namun juga terpancing untuk tenggelam dalam alur cerita.

Suasana semakin semarak ketika Tedi Kartino dengan piawai mengajak para guru berinteraksi, menirukan suara karakter, hingga berekspresi sesuai alur cerita yang ia bawakan. Gemuruh tawa pecah setiap kali Tedi menyelipkan humor cerdas dan gerak tubuh kocak, membuat para peserta melupakan sejenak status mereka sebagai pendidik dan larut dalam kegembiraan layaknya anak-anak yang sedang mendengarkan dongeng.

Demonstrasi interaktif ini tak hanya menghibur, tetapi juga memberikan gambaran nyata bagaimana mendongeng dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, memantik imajinasi serta memancing rasa ingin tahu anak.

Inilah inti dari sebuah gerakan besar yang bertujuan untuk menghidupkan kembali minat baca anak-anak melalui kekuatan cerita. Tedi Kartino menyatakannya dalam sebuah ungkapan: “Semua orang dapat membaca tulisan, tapi tidak semua orang dapat memaknai sebuah tulisan.”

Kutipan Tedi menjadi puncak tema dari Workshop Mendongeng yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang. Acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.30 WIB ini dirancang khusus untuk membekali para pendidik dengan keterampilan mendongeng yang mampu mengubah kisah menjadi inspirasi, sekaligus menjadi pahlawan literasi bagi murid-murid mereka.

Selain Tedi Kartino, workshop ini juga menghadirkan Yuli Kuswanti dari MPI & Koper Pustaka serta Nurun Nikmah, M.Pd. dari Kampung Dongeng Semarang sebagai narasumber.

Kolaborasi Apik untuk Masa Depan Literasi Anak

Kegiatan ini sendiri merupakan hasil kolaborasi apik antara Divisi Pustaka MPI PDM Kota Semarang dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Jateng Rahmah Nur Hayati, S.K.M., M.Kes.hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Sementara dari unsur pimpinan Muhammadiyah tampak Wakil Ketua PDM Kota Semarang Nurbini, MSI, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Semarang, Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd, serta Ketua MPI PDM Kota Semarang, Hadi Santoso, S.T., M.Si.

Rahmah Nur Hayati menyambut inisiatif ini dengan penuh optimisme. “Kami akan meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru TK dan PAUD agar bisa mendongeng dengan baik,” tutur Rahmah.

Ia meyakini bahwa dengan mendongeng, nilai-nilai kebaikan dapat tersampaikan secara efektif, yang pada akhirnya akan menumbuhkan minat baca dan meningkatkan kemampuan literasi anak-anak.

Rahmah juga menekankan bahwa gerakan ini akan terus berkembang dan menggandeng berbagai mitra untuk menyebarkan semangat gemar membaca di seluruh penjuru kota.

Senada, Nurbini juga mengapresiasi gebrakan MPI PDM Kota Semarang dalam upaya mendongkrak daya literasi masyarakat. “Belum genap seminggu MPI meluncurkan digital library, hari ini sudah kembali beraksi dengan menyelenggarakan workshop mendongeng bagi para guru PAUD, TK Dan SD. Langkah konkret luar biasa untuk menumbuhkan budaya literasi yang menyasar mulai dari anak hingga dewasa.” terang Nurbini yang juga merupakan dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo itu, Jumat (1/8/25)

Mencetak Pendongeng Andal dari Kalangan Guru

Ketua MPI PDM Kota Semarang, Hadi Santoso, S.T., M.Si., menyampaikan visi dan program Muhammadiyah dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat kepada Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Jateng Rahmah Nur Hayati, S.K.M., M.Kes.

Ditemui di sela-sela acara, Ketua MPI PDM Kota Semarang, Hadi Santoso turut menyampaikan harapannya. “Adanya workshop dongeng ini diharapkan bisa melahirkan pendongeng-pendongeng handal dari Muhammadiyah. Sehingga guru Muhammadiyah bisa menjadi poros penggerak literasi di Kota Semarang melalui mendongeng,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu peserta workshop, Zahro, guru SDN Mlatiharjo 02, menyampaikan rasa suka cita dan terima kasihanya kepada penyelanggara. “Terima kasih kepada panitia yang sudah memfasilitasi kami para guru untuk bisa mendongeng,” ujar Zahro denngan sumringah.

Ia berharap, acara ini dapat membantu para guru untuk memberikan kesan baik kepada anak-anak, sekaligus menginspirasi mereka melalui cerita-cerita yang penuh teladan.

Melalui workshop ini, para guru diajak untuk menyadari bahwa mereka memiliki kekuatan super: mendongeng. Dengan setiap kisah yang mereka ceritakan, mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga sedang membangun fondasi karakter dan cinta akan ilmu pengetahuan yang kuat bagi generasi penerus bangsa.

Kontributor: Afida, Adib Alban
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: