Akademisi Boston University : Muhammadiyah dan NU Ormas Agama Paling Besar di Dunia!
SEMARANNG muhammadiyahsemarangkota – Indonesia kembali menjadi sorotan positif di tingkat global. Di tengah dinamika dunia Islam yang beragam, kehadiran Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) disebut sebagai anugerah besar bagi bangsa dua ormas yang bukan hanya berpengaruh, tetapi dianggap sebagai organisasi keagamaan terbesar dan paling aktif di planet ini.
Sudut pandang pengamat internasional ini menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki lanskap keagamaan yang unik sekaligus istimewa karena di sinilah berdiri dua gerakan Islam moderat terbesar di dunia, yang bukan hanya menjaga harmoni sosial, tetapi juga memperkuat identitas kebangsaan secara nyata.
Pengakuan dari Akademisi Dunia
Dalam sebuah pernyataan yang menyorot perhatian publik, Indonesianis dan Dosen Boston University, Robert W. Hefner, menegaskan
“Kadang-kadang orang dalam negeri di Indonesia sini tidak tahu bahwa kedua organisasi ini, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama adalah ormas yang berdasar agama yang paling besar di dunia,” dikutip dari PP Muhammadiyah, 27/11/2025.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam berbagai momen seminar, diskusi, dan wawancara. Salah satunya wawancara dalam kanal YouTube Jeda Nulis yang diunggah pada Rabu (26/11).
Ia menambahkan bahwa kedua organisasi ini bukan hanya unggul dari segi jumlah pengikut, tetapi juga dari sisi gerakan sosial-keagamaan yang hidup, dinamis, dan berdampak nyata.
Ketokohan Muhammadiyah dan NU melampaui batas agama, bahkan menjadi pembanding bagi organisasi lintas iman di dunia.
Pilar Moderasi & Nasionalisme yang Mengokohkan Indonesia
Hefner menjelaskan bahwa salah satu hal paling istimewa dari kedua ormas ini adalah kontribusinya dalam memperkuat nasionalisme Indonesia.
Berbeda dengan model negara seperti Prancis yang cenderung meminggirkan peran agama dari ruang kebangsaan, Indonesia justru menjadikan agama sebagai bagian dari fondasi persatuan.
Ia menilai bahwa Muhammadiyah dan NU berperan besar menjaga nilai kebangsaan, menjalankan etika sosial, dan menanamkan semangat maslahat dalam kehidupan publik.
Model keberagamaan ini membuat Indonesia tampil sebagai negara Muslim terbesar yang tetap inklusif, moderat, dan demokratis.
Dalam pandangannya, keunikan Islam Indonesia tak hanya terletak pada jumlah penganutnya, tetapi pada karakter peradaban yang berbeda dari kawasan Muslim lainnya. Kehadiran Muhammadiyah dan NU menjadi jantung dari kekhasan tersebut.
Kontribusi dua ormas besar ini bukan hanya pada sektor dakwah, tetapi juga pendidikan, kesehatan, sosial, kebudayaan, dan penguatan demokrasi.
Mulai dari sekolah hingga rumah sakit, dari gerakan kerelawanan hingga peneguhan nilai kebangsaan, keduanya menunjukkan bahwa agama bisa menjadi kekuatan yang menyejukkan dan memajukan.
Indonesia menjadi bangsa yang beruntung bahkan dunia pun melihatnya demikian. Di tengah pusaran globalisasi dan polarisasi, Muhammadiyah dan NU menjadi jangkar stabilitas yang membuat wajah Islam Indonesia berbeda dan diperhitungkan.
Baca Juga : Wasatiyyat Islam, Diplomasi Muhammadiyah di Panggung Global