Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Aktivis IMM Semarang Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa: Ekspansi Dakwah di UIN Walisongo

17 Februari 2026, 18:50 WIB • 3 menit baca
Aktivis IMM Semarang berfoto bersama usai Pelantikan Bersama dan Pengajian Akbar di Masjid Astabrata Foundation.
Para pengurus baru Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-UIN Walisongo menunjukkan SK pelantikan didampingi tokoh PCM Ngaliyan di Masjid Astabrata Foundation, Selasa (17/02/26).

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Para Aktivis IMM Semarang mengambil langkah progresif untuk memastikan tongkat Kepemimpinan Mahasiswa tetap kokoh dan berdampak luas. Momentum ini terlihat jelas dalam pelantikan bersama pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-UIN Walisongo. Acara tersebut berlangsung khidmat di Masjid Astabrata Foundation, Ngaliyan, pada Selasa (17/02/26).

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus biasa. Sebaliknya, pertemuan tersebut menandai ekspansi besar Gerakan Dakwah Kampus di lingkungan Mahasiswa UIN Walisongo. Sejumlah tokoh penting hadir dalam acara ini, mulai dari Sekretaris PCM Ngaliyan Hardiyanto S.Kom, Ketua Umum Terpilih PC IMM Kota Semarang Muhammad Haikal Nabil, hingga perwakilan Fokal IMM Cahyo Septiyono.

Sebelumnya, organisasi merah marun ini hanya menaungi empat komisariat. Namun sekarang, IMM resmi membawahi enam komisariat di kampus tersebut. Pertumbuhan signifikan ini membuktikan bahwa minat mahasiswa terhadap organisasi otonom Muhammadiyah sedang mencapai puncaknya.

Visi Adaptif dan Kolaborasi Akar Rumput

Anas Albara, selaku Ketua Korkom IMM UIN Walisongo, membawa visi segar bagi arah gerak organisasi ke depan. Ia mengingatkan bahwa Kepemimpinan Mahasiswa saat ini harus peka terhadap realitas sosial. Oleh karena itu, kader harus responsif terhadap isu di dalam maupun di luar kampus.

Selain itu, Anas berkomitmen merangkul seluruh komisariat tanpa memandang latar belakang fakultas. Ia percaya bahwa kekuatan utama organisasi terletak pada kebersamaan dan komunikasi yang terbuka.

“Kita harus lebih adaptif. Program kerja mendatang wajib memberi dampak nyata bagi kader dan warga kampus,” tegas Anas. Meskipun mengejar inovasi, ia mengingatkan agar kader tetap memegang teguh nilai dasar perjuangan ikatan.

Selanjutnya, untuk mencapai target tersebut, para Aktivis IMM Semarang akan mempererat kolaborasi dengan PCM Ngaliyan. Mereka berencana menghidupkan kajian Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan dakwah Ahad pagi secara rutin. Sinergi ini bertujuan agar Gerakan Dakwah Kampus menyentuh masyarakat luas secara nyata.

Menempa Karakter di Kawah Candradimuka

Sejalan dengan visi tersebut, Ketua Umum PC IMM Kota Semarang, Muhammad Haikal Nabil, memandang kampus hijau ini sebagai tempat bertumbuh yang luar biasa. Bagi Haikal, penambahan jumlah komisariat merupakan tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat kualitas individu.

“IMM adalah ‘Kawah Candradimuka’ bagi saya. Di sini, kita mengasah soft skill yang tidak ada di ruang kelas,” ujar Haikal penuh antusias. Ia menekankan bahwa kuantitas yang besar harus berbanding lurus dengan militansi yang tinggi. Ia ingin para kader memiliki kapasitas mumpuni agar mampu menawarkan solusi intelektual di setiap fakultas.

Menjaga Keseimbangan Kuliah dan Organisasi

Sementara itu, Sekretaris PCM Ngaliyan, Hardiyanto, menyambut hangat regenerasi kepengurusan ini. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan Kepemimpinan Mahasiswa bermula dari disiplin mengelola diri sendiri.

“Kami bangga dengan lahirnya kader baru yang militan. Namun, jangan lupakan tugas utama kuliah,” pesan Hardiyanto. Ia meminta mahasiswa pintar membagi waktu antara organisasi dan akademik agar manfaatnya terasa saat lulus nanti.

Terakhir, Hardiyanto berharap kehadiran Kader Muhammadiyah yang berkualitas akan memperkuat syiar di UIN Walisongo. Sinergi antara elemen IMM di wilayah Ngaliyan dan PCM diharapkan terus meningkat demi memajukan persyarikatan.

Dari DAD ke Indonesia Emas: Cara IMM Menyiapkan Generasi Z Ambil Peran

Kalahkan Puluhan Cabang, IMM Semarang Juara Inovasi Tingkat Jawa Tengah

Libur Telah Tiba, Tapi AMM Kota Semarang Pilih ‘Nyantri’ di Baitul Arqom Ketimbang Tamasya

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: