Amalan Jariyah Tak Terputus: Mencetak Anak Saleh Menjadi Tabungan Abadi
NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Memasuki malam ke-19 Ramadan, suasana di Masjid At-Taqwa Ngaliyan Wates mengajak kita merenung bahwa harta bisa habis, namun Amalan Jariyah melalui didikan anak saleh akan terus mengalir hingga ke liang lahat. Pesan menyentuh ini menjadi inti sari kultum tarawih yang disampaikan oleh Al Ustadz Ruli Septahadi, Lc., Al Hafidz, pada Sabtu malam (07/03/2026).
Anak sebagai Aset Masa Depan
Ustad Ruli menjelaskan bahwa banyak orang tua terjebak memandang buah hati hanya sebagai perhiasan dunia. Padahal, tingkatan tertinggi seorang anak adalah menjadi Qurratu A’yun atau penyejuk hati yang membawa keselamatan. Menurut sang ustaz, Investasi Akhirat terbaik bermula dari cara orang tua menanamkan nilai-nilai agama sejak dini di rumah.
“Doa anak saleh untuk orang tua adalah kekayaan paling nyata saat kita sudah berada di alam kubur,” ungkap alumnus Al Azhar Kairo tersebut. Ia menegaskan bahwa tanpa pendidikan agama yang kuat, perhiasan duniawi tidak akan memberikan manfaat apa pun setelah kematian menjemput.
Mengenal Karakter Generasi Langit
Lebih lanjut, penceramah memaparkan beberapa ciri anak saleh yang patut kita perjuangkan. Salah satu tandanya adalah kedisiplinan dalam menjalankan perintah Allah tanpa perlu pengawasan manusia. Di dalam “Madrasah Taqwa” Ramadan ini, Ia mengajak para orang tua menyadari bahwa ketaatan anak adalah bentuk syukur atas nikmat akal.
Amalan Jariyah Melalui Lisan
Selain doa, orang tua dapat memanen pahala tanpa henti melalui pengajaran Al-Qur’an. Ketika anak mampu membaca ayat suci dengan benar berkat bimbingan keluarga, setiap hurufnya menjadi aliran Amalan Jariyah. Sosok pemegang sanad 30 juz ini mengajak jamaah untuk bersungguh-sungguh menjaga kemurnian bacaan putra-putri mereka agar menjadi pembela di hadapan Sang Pencipta kelak.
Ustadz Ruli mengingatkan bahwa raga manusia pasti akan binasa. Namun, warisan spiritual berupa kesalehan generasi penerus tetap akan hidup selamanya. Mari kita manfaatkan sisa bulan suci ini untuk memperkuat komitmen dalam mendidik keluarga. Semoga segala ikhtiar kita menjadi saksi ketaatan yang tulus.
Baca juga :
Nuzulul Quran Bergetar! Rahasia ‘Kebal’ Ulama Gaza Ini Bikin Merinding
Ramadan Syahrut Tarbiyah: Anda Tipe Pedagang atau Buruh Saat Beribadah?