Bahagia Itu Membersihkan Rumah Allah: Kisah Inspiratif Relawan BBM PRM Bringin
NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org- Betapa riangnya hati Sudwiyatmoko Wibowo atau yang akrab disapa Koko (62), setiap kali tiba jadwal bersih-bersih masjid. Keringat yang membasahi keningnya tak sedikitpun mengurangi antusiasme, justru membuatnya merasa lebih hidup.
“Serasa di ‘recharge’ lagi badan kita saat asyik membersihkan rumah Allah,” ungkap Koko dengan senyum merekah, menggambarkan bagaimana energi positif mengalir dalam dirinya setiap kali usai berpartisipasi dalam program Bersih-Bersih Masjid Muhammadiyah (BBM-Mu) yang digagas oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bringin, Ngaliyan.
Bagi Koko, aktivitas bersih-bersih masjid bukan sekadar tugas, melainkan sumber kebugaran fisik dan spiritual. Ia bahkan memiliki spesialisasi sendiri dalam tim, yaitu membersihkan kipas angin masjid. Begitu bagiannya selesai, ia langsung sigap membantu di area lain. Ada kepuasan tersendiri ketika melihat masjid menjadi bersih berkat tangan-tangan sukarelawan seperti dirinya.
Pengalaman membersihkan Masjid At-Taqwa Ngaliyan. Wates yang luas menjadi kenangan tak terlupakan baginya. Meskipun penuh tantangan, justru di sanalah suka cita dan rasa pencapaian membuncah, serta persahabatan di antara para relawan BBM semakin erat terjalin.
“Satu-satunya ‘tantangan’ yang mereka hadapi sejauh ini cuma soal pasokan air yang kadang kurang memadai. Selebihnya, hanya ada tawa dan semangat,” cerita Koko, menggambarkan betapa minimnya kendala dibanding kebahagiaan yang didapat.
Senada dengan Koko, Reflus (68), relawan lain yang tak pernah absen, juga merasakan hal serupa. “Rasanya senang dan badan jadi segar bugar!” ujar Reflus kepada muhammadiyahsemarangkota.org, ketika sedang bertugas
membersihkan Musholla At-Tauhid di Aira Cluster Aira, Jl. Aira III – Permata Puri, Ngaliyan, Rabu (23/7/25), bersama relawan lainnya.
Lebih dari sekadar kebersihan fisik, Reflus juga menemukan dimensi spiritual yang mendalam. Baginya, membersihkan rumah ibadah adalah bentuk pengabdian dan ibadah itu sendiri, membawa rasa tenang, damai, dan kepuasan batin.
Ya, baik Koko dan Reflus merupakan dua dari dua belas relawan tetap tim BBM PRM Bringin yang setia berkhidmat dalam kegiatan membersihkan masjid dan mushola tanpa alpa. Kehadiran rutin para relawan ini adalah bukti nyata bagaimana sebuah kegiatan sederhana bisa merajut kebersamaan dan rasa suka cita.
Bersihkan Rutin Dua Pekan Sekali

H. Musta’in, Ketua PRM Bringin, menjelaskan bahwa Mushola At-Tauhid ini merupakan masjid/mushola kelima yang berhasil dibersihkan tim BBM PRM Bringin dalam dua bulan terakhir. “Kami jadwalkan rutin setiap hari Rabu pekan pertama dan ketiga, tim BBM membersihkan masjid yang ada di Kecamatan Ngaliyan, tanpa kecuali,” ujarnya.
Tim BBM yang beranggotakan dua belas personel tetap ini bekerja secara sukarela, tanpa memungut biaya apapun. “Tenaga, alat pembersih, dan bahan-bahan semuanya kami tanggung. Masjid yang ingin dijadwalkan untuk dibersihkan, tinggal menghubungi langsung PRM Bringin,” jelas Musta’in.
Dukungan terhadap kegiatan sosial ini pun mulai berdatangan dari berbagai pihak, baik materi maupun tenaga. Salah satunya adalah Pegadaian Syariah Cabang Pedurungan yang ikut serta menanggung alat dan cairan kebersihan. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebaikan ini menular dan mendapat sambutan positif dari masyarakat luas.