Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Respon Gempa NTT, Muhammadiyah Terjunkan Bantuan Mobil Dapur Umum dan RendangMU untuk Bencana

23 Agustus 2026, 18:25 WIB • 2 menit baca
Relawan medis Muhammadiyah mengenakan sarung tangan putih sedang berbincang hangat dengan anak perempuan korban bencana di posko pengungsian sebagai bagian dari Bantuan Gempa NTT.
Sentuhan Kemanusiaan: Tenaga medis dari Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah memberikan pemeriksaan kesehatan dan pendampingan psikososial kepada anak terdampak gempa di tenda pengungsian Flores.

YOGYAKARTA muhammadiyahsemarangkota.org – Ancaman kelaparan di tenda darurat Flores kini mulai teratasi berkat hadirnya armada dapur umum dan masakan rendang. Terobosan praktis ini menjadi andalan utama Bantuan Gempa NTT dari Muhammadiyah untuk menjaga asupan gizi para korban.

Dilansir dari muhammadiyah.or.id Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, mengonfirmasi pergerakan logistik tersebut saat diwawancarai di Yogyakarta, Sabtu (22/8). Ia menegaskan operasi kemanusiaan ini bukan sekadar membagikan makanan matang. Jejaring relawan juga langsung membangun infrastruktur medis darurat untuk warga.

Respons Cepat Hadapi Gempa Susulan

Guncangan tanah yang sering berulang di wilayah terdampak menuntut penanganan ekstra sigap. Oleh sebab itu, tim medis darurat khusus langsung meluncur ke titik episentrum. “EMT [Emergency Medical Team] sudah mulai bergerak dan diberangkatkan,” tegas Agus.

Ia juga memaparkan alasan utama di balik penerjunan tim relawan medis berskala global tersebut. “Mengingat kondisi NTT masih sering gempa susulan, sehingga membutuhkan rumah sakit lapangan seperti tenda-tenda yang dimiliki EMT Internasional Muhammadiyah,” ucap Agus merinci situasi lapangan.

Jauh sebelum tenda internasional itu berdiri, beberapa fasilitas kesehatan lokal sudah beroperasi lebih awal demi menolong korban luka. “Sebelum langkah ini dilakukan, Muhammadiyah telah terlebih dahulu memberangkatkan tim kesehatan dari Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah dan PTMA,” jelas Agus.

Logistik Lintas Pulau dan Dapur Keliling

Berpindah dari urusan medis, ketahanan fisik para pengungsi turut menjadi fokus operasi ini. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mengambil inisiatif krusial pada 18 Agustus lalu. Mereka menyeberangkan paket lauk rendang dan family kit melalui jalur laut menuju kawasan Flores.

Distribusi seluruh paket logistik ini mengandalkan empat unit mobil Hilux dan sebuah mobil dapur umum. Rombongan kendaraan taktis tersebut bergerak lincah menyisir enam kabupaten terdampak sekaligus. Jangkauan distribusinya terbentang luas dari wilayah Nagekeo hingga Kabupaten Manggarai.

Strategi Utuh Pulihkan Warga Flores

Operasi penyelamatan warga Flores ini terancang sangat utuh melalui sembilan langkah strategis Posko Koordinasi. Bantuan yang masuk tidak cuma berkutat pada urusan obat-obatan.

“Respons kebencanaan ini tidak hanya berfokus pada penanganan medis, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan logistik, mobilitas bantuan, hingga pemulihan psikososial masyarakat,” ungkap Agus.

Menuntaskan operasi besar ini, relawan trauma healing dari kampus lokal ikut turun gunung. Universitas Muhammadiyah Kupang dan Maumere mengirimkan mahasiswanya guna mendampingi mental para korban. Kolaborasi apik lintas daerah ini menjadi bukti nyata kuatnya komitmen kemanusiaan di masa krisis.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: