Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Belajar dari PDM Magelang: Tolak Mentalitas Ketergantungan Dana

29 November 2025, 15:20 WIB • 3 menit baca
Belajar dari PDM Magelang: Tolak Mentalitas Ketergantungan Dana

MAGELANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang secara tegas menyerukan perubahan fundamental dalam filosofi gerakan organisasi, menolak mentalitas ketergantungan dana, dan mendorong gerakan yang mandiri agar tetap menjadi pelopor perubahan. Ketua PDM Magelang, KH. Muhammad Nasirudin, M.A., menyebut bahwa kunci sukses adalah mengadopsi prinsip “Dibantu karena Maju,” bukan “Maju karena Dibantu.”

Penekanan pada inisiatif mandiri ini disampaikan KH. Muhammad Nasirudin saat PDM Kabupaten Magelang menjadi tuan rumah acara Capacity Building Pimpinan dan Ortom PDM Kota Semarang, Sabtu (29/11/2025). Filosofi gerakan ini dinilai krusial agar Muhammadiyah tidak akan pernah berhenti bergerak, bahkan tanpa dukungan atau bantuan eksternal.

Tolak Ketergantungan, Dorong Inisiatif Anggota

KH. Nasirudin menegaskan bahwa pilihan untuk mengedepankan kemandirian adalah jalan agar organisasi dapat terus menjadi pemimpin perubahan, bukan sekadar follower. Menurutnya, mentalitas “Dibantu Karena Maju” didasarkan pada kesiapan dan inisiatif internal anggota untuk berkorban dan berinfak demi kemajuan organisasi.

Sebagai model keberhasilan filosofi ini, ia menyoroti Ranting Unggulan Gunung Pring. Ranting tersebut berhasil merintis pendirian SD, SMP, hingga SMA yang membanggakan, diawali dengan inisiatif dan kesungguhan kolaborasi para pemikir dan anggota yang bersedia berkorban dana.

“Ranting Gunung Pring membuktikan bahwa visi yang kuat dan kesiapan berkorban dari anggota merupakan pendorong utama. Perubahan dimulai secara perlahan dari SD, kemudian merintis SMP dan SMA, didorong oleh kolaborasi dan kesungguhan,” ujar KH. Nasirudin di hadapan lebih dari 100 peserta capacity building PDM Kota Semarang.

Tantangan Pendidikan dan Inovasi Sosial
Dalam laporannya, PDM Kabupaten Magelang juga memaparkan peta jalan dan tantangan di berbagai sektor, termasuk pendidikan formal. Data terbaru mencatat tantangan signifikan, di mana 40 persen dari total 116 sekolah di bawah Majelis Dikdasmen PNF Kabupaten Magelang masih memiliki jumlah murid kurang dari 100 orang.

Inovasi Amal Usaha Muhammadiyah

Di sisi lain, PDM Magelang menunjukkan inovasi di bidang sosial dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Inisiatif sosial mereka termasuk peluncuran Sekolah Lansia bernama Surya Sembada (Sehat, Taqwa, dan Mandiri) yang telah membuka gelombang kedua dengan target 30 peserta. Selain itu, ada pula Pesantren Lansia di bawah Lembaga Dakwah Komunitas (LDK).

Untuk pengembangan AUM baru, PDM Magelang tengah merintis AUM yang disebut SPPG/NPG. Dengan basis murid Muhammadiyah dari TK hingga SMA/Aliyah yang mencapai lebih dari 30.000 jiwa di Kabupaten Magelang, proyek ini menargetkan minimal 10 unit “dapur” untuk dikembangkan. Meskipun demikian, hingga kini baru tiga unit yang dinilai layak dan potensial untuk direalisasikan.

PDM Magelang menutup paparan dengan mengapresiasi capaian kepemimpinan sebelumnya dan bertekad untuk meneruskan serta mengembangkan keunggulan-keunggulan yang sudah ada.

Bacajuga:

Siswa Sekolah Lansia Muntilan Magelang Pukau Peserta Capacity Building PDM Kota Semarang

Kontributor: Nabil Haikal
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: