Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Sentuhan Hangat Calon Dokter UNIMUS untuk Anak Pekerja Migran di Malaysia

6 Oktober 2026, 13:25 WIB • 2 menit baca
Mahasiswa FK UNIMUS berinteraksi dekat dan memberikan edukasi kesehatan secara lesehan kepada anak-anak PMI di ruang Sanggar Belajar Muhammadiyah Kuala Lumpur, Malaysia.
Suasana hangat penuh keakraban saat mahasiswa Fakultas Kedokteran UNIMUS memberikan edukasi kesehatan interaktif kepada anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sanggar Belajar Muhammadiyah Kuala Lumpur, Malaysia. Program FK UNIMUS Malaysia ini menjadi wadah nyata dalam menempa jiwa empati serta kepedulian sosial calon dokter masa depan.

KUALA LUMPUR, muhammadiyahsemarangkota.org – Menjadi dokter profesional tidak sebatas mahir meresepkan obat di dalam ruang praktik rumah sakit. Kepekaan nurani dan empati sosial di tengah masyarakat justru menjadi fondasi utama dalam merawat kesehatan manusia.

Prinsip kemanusiaan inilah yang dibuktikan langsung oleh 10 mahasiswa semester VII Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang (FK UNIMUS). Didampingi tiga dosen pembimbing, para calon dokter ini menggelar kegiatan Problem-Based Learning (PBL) dan Pengabdian kepada Masyarakat di Sanggar Belajar Muhammadiyah Kuala Lumpur, Kampung Baru, Malaysia.

Aksi sosial yang berlangsung usai program student mobility di Management & Science University (MSU) Shah Alam ini menyasar anak-anak keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI). Di tengah keterbatasan akses pendidikan dan kondisi administratif di perantauan, kehadiran mahasiswa UNIMUS membawa oase kehangatan sekaligus edukasi kesehatan yang menyenangkan.

Mengemas Edukasi Kesehatan Lewat Permainan Interaktif

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa menjelaskan konsep dasar sehat dan sakit dengan bahasa yang sangat sederhana. Selain itu, mereka menyulap materi medis yang rumit menjadi rangkaian permainan edukatif yang penuh gelak tawa.

Pengelola Sanggar Belajar Muhammadiyah Kuala Lumpur, Bu Min, menyambut haru kedatangan para akademisi asal Semarang tersebut. Menurutnya, kehadiran figur-figur pendidik dari tanah air menyuntikkan semangat baru bagi tumbuh kembang anak-anak di perantauan.

Ia menegaskan bahwa pengelola sanggar terus berjuang menyediakan ruang belajar yang aman. Hal ini bertujuan agar anak-anak PMI tetap memperoleh kesempatan belajar, berkembang, serta mengenal nilai-nilai keislaman Indonesia meskipun hidup jauh dari tanah air.

Menempa Jiwa Dokter yang Pekha dan Berdaya Sosial

Bagi jajaran FK UNIMUS, interaksi langsung di lapangan menjadi sarana nyata untuk menerapkan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Di samping itu, pengalaman berharga ini menyadarkan para mahasiswa bahwa lingkungan, pendidikan, dan kondisi sosial sangat mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang.

Rangkaian acara kemudian berakhir dengan pembagian bingkisan serta pelukan hangat antara mahasiswa dan anak-anak sanggar. Momen penuh keakraban tersebut membuktikan bahwa peran dokter juga mencakup upaya pencegahan penyakit dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengalaman berharga di Kuala Lumpur ini, para calon dokter muda tidak hanya mengasah kemampuan akademik mereka. Lebih dari itu, mereka pulang membawa bekal empati yang mendalam serta semangat Islam Berkemajuan untuk siap mengabdi di mana pun masyarakat membutuhkan.

Kontributor: Abdul Kohar
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: