Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Belajar Rasa Bermain: Keseruan Outing Class SD Muhammadiyah Plus Semarang Jadi Koki Cilik

11 Desember 2025, 23:25 WIB 3 menit baca
Belajar Rasa Bermain: Keseruan Outing Class SD Muhammadiyah Plus Semarang Jadi Koki Cilik
Screenshot

MIJEN, muhammadiyahsemarangkota.org- Gelak tawa puluhan siswa kelas 1 SD Muhammadiyah Plus Semarang memecah keheningan pagi di gerai Papa Ron’s Pizza cabang BSB Emerald Green.

Mereka datang dengan semangat penuh pada Kamis (11/12/25), siap mengubah restoran tersebut menjadi ruang belajar yang seru.

Membangun Karakter Lewat Pengalaman Nyata

Pihak sekolah merancang kegiatan Outing Class SD Muhammadiyah Plus Semarang ini bukan sekadar untuk agenda jalan-jalan biasa.

Mereka membawa misi khusus, yakni memberikan pengalaman belajar praktis dan interaktif kepada para siswa secara langsung.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Semarang, Wahyu Haspri Nur Taryanti, menekankan pentingnya metode ini bagi perkembangan siswa.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk melatih motorik halus anak dan juga mengembangkan aspek sosial serta kemandirian mereka,” ujar Wahyu Haspri Nur Taryanti.

Guru ingin anak-anak menyelami proses pembuatan makanan dari nol, sekaligus memperkenalkan mereka pada dunia kerja yang sesungguhnya.

Wahyu meyakini bahwa kegiatan di luar kelas mampu melatih keterampilan siswa dengan cara yang jauh lebih menyenangkan daripada sekadar teori. Lebih jauh lagi, interaksi di lingkungan baru ini turut membangun kepercayaan diri para peserta didik saat bersosialisasi.

Aksi Seru Koki Cilik Berkreasi

Staf Papa Ron’s Pizza pun menyambut rombongan koki cilik ini dengan senyum ramah dan tangan terbuka.

Mereka langsung mengarahkan anak-anak menuju area dapur yang telah siap untuk belajar membuat pizza. Tanpa ragu, jemari mungil para siswa mulai bermain dan menyentuh tepung serta bahan-bahan lainnya.

Esya Nursabrina, selaku Koordinator Acara, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah keterlibatan indra anak secara total.

“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman langsung. Bukan hanya melihat, tapi juga merasakan adonan, menabur topping, dan memahami bahwa makanan yang mereka santap itu melalui sebuah proses yang menarik,” kata Esya.

Ia ingin para siswa merasakan sensasi tekstur adonan secara langsung, bukan hanya melihat dari jauh.

Siswa pun memulai aksi mereka dengan menguleni adonan pizza yang kenyal dengan penuh tenaga dan antusias.

Imajinasi mereka semakin bermain liar saat memasuki sesi menaburkan topping keju dan sosis di atas saus tomat.

Kegiatan pengalaman belajar interaktif ini sukses mengubah bahan mentah menjadi karya seni kuliner yang unik.

Wajah para siswa memancarkan rasa bangga luar biasa saat menyantap pizza hasil racikan tangan mereka sendiri.

Pihak sekolah pun sangat mengapresiasi dukungan dari mitra industri dalam menyukseskan pendidikan anak-anak ini.

“Kami berterima kasih kepada Toko Pizza Paparons atas fasilitas dan bimbingan yang luar biasa,” tambah Wahyu menutup pembicaraan.

Pengalaman seru di Papa Ron’s Pizza BSB ini akhirnya menanamkan pelajaran berharga tentang kerja keras dan apresiasi terhadap makanan.

Baca juga : Dari Dapur Seorang Ibu, Kabusyi Kini Mengudara: Kisah 15 Tahun UMKM ‘Aisyiyah yang Mewarnai Ruang Publik

Kontributor: Kiki Romansyah
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: