Ketika Aksi Mekanik Motor dan Air Minum Muhammadiyah Semarang Curi Perhatian di Ekspo LPCR Jateng
JEPARA, muhammadiyahsemarangkota.org – Kontingen Semarang membuktikan wujud nyata kemandirian ekonomi umat tanpa harus memenangkan perlombaan. Mereka justru mencuri perhatian publik lewat aksi Bengkel SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) 2 Muhammadiyah dan peluncuran BUMM (Badan Usaha Milik Muhammadiyah) Surya Bening Semarang.
Momen pembuktian tersebut berlangsung sangat meriah dalam ajang Rakerwil (Rapat Kerja Wilayah) dan Ekspo LPCR PM (Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid) se-Jawa Tengah.
Ranting unggulan Desa Blimbingrejo, Kabupaten Jepara, menjadi tuan rumah acara besar ini pada Sabtu hingga Ahad, 8-9 Agustus. Di tengah keramaian pengunjung, rombongan asal ibu kota Jawa Tengah ini memilih langkah nyata melayani masyarakat.
Aksi Cekatan Bengkel SMK 2 Muhammadiyah
Ketidakhadiran Semarang dalam daftar peserta lomba unggulan rupanya tidak menyurutkan semangat juang kontingen. Ketua LPCR PDM (Lembaga Pengembangan Cabang Ranting pada Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kota Semarang, Suratejo, mengarahkan timnya untuk langsung menghadirkan solusi konkret. Tepat di sudut Ekspo LPCR Jepara, belasan siswa merespons situasi dengan menggelar peralatan bengkel otomotif.
Kehadiran mekanik muda dari Cabang Candisari 1 ini kontan memikat perhatian banyak warga. Mereka turun tangan secara langsung memperbaiki mesin kendaraan pengunjung yang bermasalah. “Alhamdulillah ada 8 jemaah yang sempat menserviskan motor sama anak-anak di Ekspo itu, dan alhamdulillah semuanya juga merasa terbantu,” ungkap Suratejo bangga.
Gebrakan BUMM Surya Bening Semarang
Sukses menarik simpati publik lewat layanan servis motor, rombongan ini kemudian memperkenalkan inovasi bisnis terbaru. Di atas meja stan, tim memamerkan deretan botol air minum dalam kemasan. Produk prapeluncuran ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.
Pimpinan daerah merancang produk lokal tersebut untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara mandiri. Melihat antusiasme warga, ia sangat optimis unit bisnis baru ini mampu bersaing di pasaran.
“Kota Semarang itu insyaallah akan mendirikan produksi air minum dalam kemasan yang dikasih nama Surya Bening. Kami berharap nanti bisa menyiarkan kepada masyarakat Jawa Tengah,” jelasnya merinci visi bisnis tersebut.
Syiar Nyata Melampaui Piala
Partisipasi aktif dalam rangkaian pameran tersebut jelas membawa pesan moral yang sangat mendalam. Kontingen ini ternyata mengukur kemenangan sejati dari besarnya manfaat ekonomi untuk warga sekitar.
Semangat pengabdian komunal tersebut berjalan selaras dengan komitmen pengurus dalam merapikan data organisasi melalui SICARA (Sistem Informasi Cabang dan Ranting).
Menjelang penutupan acara, Suratejo kembali mengingatkan seluruh kader tentang esensi utama pergerakan dakwah kewirausahaan. Ia menegaskan bahwa aksi nyata jauh lebih berdampak daripada sekadar mengejar trofi penghargaan.
“Ya tidak ada salahnya toh, kita lomba tidak mencari kemenangan, tetapi paling tidak kita mensyiarkan kepada Muhammadiyah bahwa Kota Semarang ada geliatnya,” pungkasnya mantap.
Pada akhirnya, kisah heroik dari arena pameran ini menjadi refleksi berharga bagi masyarakat luas. Panggung dakwah sejati rupanya tidak melulu berada di bawah kilauan lampu juara lomba. Lewat obeng mekanik di Bengkel SMK 2 Muhammadiyah dan keberanian merintis BUMM Surya Bening Semarang, warga diajak melihat fondasi kemandirian ekonomi umat yang sesungguhnya.