Branding Digital Kunci Perkuat Aksi Nyata Muhammadiyah
SEMARANG TENGAH,muhammadiyahkotasemarang.org— Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah di Hotel Grasia, Semarang, disambut antusias oleh perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang.
Andree Wijaya, SE, Kepala Kantor PDM Kota Semarang, menjadi salah satu peserta yang paling menyoroti urgensi penguatan citra di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, di era digital saat ini, kemampuan organisasi untuk membangun branding bukanlah pilihan, melainkan satu keharusan.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu–Ahad (20–21/09/25) ini secara khusus menyoroti pentingnya branding digital yang kuat untuk melengkapi dan memperluas dampak dari kerja nyata yang sudah dilakukan Muhammadiyah.
“Membangun branding adalah satu keharusan, karena mau tidak mau ke depan dengan semakin banyaknya informasi yang masuk ke umat, kita harus memperkokoh diri dengan branding, tidak hanya dengan kerja nyata,” tegas Andree.
Ia menekankan bahwa reputasi sejati Muhammadiyah memang harus berakar pada nilai dan kinerja, namun upaya tersebut menjadi tidak optimal jika tidak diikuti dengan komunikasi yang efektif.
“Apa yang sudah kita kerjakan, juga harus kita kabarkan, kita sampaikan,” lanjutnya.
Strategi Digital untuk Memperkuat Branding Equity
Andree Wijaya melihat bahwa mengkomunikasikan hasil kerja di lapangan secara efektif adalah cara yang strategis untuk mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu memperkuat branding equity Muhammadiyah. Branding equity ini diharapkan dapat membuat organisasi Islam modern tersebut tidak hanya kokoh secara struktural dan organisasi, tetapi juga kuat dalam hal nilai dan citra di mata masyarakat.
Pandangan dari PDM ini selaras dengan tujuan pelatihan yang diinisiasi oleh Pimpinan Pusat dan dilaksanakan oleh PWM Jawa Tengah sebagai manajemen tingkat menengah.
Sekretaris PWM Jateng, Dodok Sartono, menekankan bahwa “Reputasi sejati bukanlah sekadar branding… melainkan produk dari kerja keras di lapangan yang kemudian harus dikomunikasikan secara efektif kepada masyarakat.”
Dengan demikian, pelatihan ini menjadi wadah bagi PDM untuk memperkuat kapabilitas dalam mengelola isu strategis di ranah digital, memastikan setiap kebijakan dan gerakan Muhammadiyah mudah dipahami, diterima, serta memperluas jangkauan dakwah. PDM, melalui perwakilannya seperti Andree Wijaya, berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan kerja keras di lapangan dengan narasi digital yang kuat dan terstruktur.