Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bukan Cuma Mengaji, Santri Muhammadiyah di Semarang Juga Dilatih Menguasai AI

28 Oktober 2025, 10:22 WIB 3 menit baca
Bukan Cuma Mengaji, Santri Muhammadiyah di Semarang Juga Dilatih Menguasai AI

NGALIYAN,muhammadiyahkotasemarang.org– Bukan cuma soal mengkaji kitab kuning, puluhan santri di Semarang kini serius “mengoprek” teknologi Artificial Intelligence (AI). Inilah langkah keren yang diambil Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang untuk membekali kader mudanya di era serba digital.

Bayangkan, sekitar 50 santri utusan dari berbagai pesantren Muhammadiyah di Kota Semarang berkumpul dengan antusias di Masjid At Taqwa Wates Ngaliyan, pada Selasa (26/10/2026).

Mereka tidak sedang halaqah kitab biasa, melainkan mengikuti pelatihan AI santri Muhammadiyah.

Tujuannya sangat relevan: LPP Muhammadiyah ingin para santri ini tidak gagap teknologi.

Di zaman sekarang, AI bukan lagi barang aneh, tapi sudah jadi “senjata” baru yang wajib dikuasai.

Pelatihan ini dirancang agar mereka bisa memanfaatkan AI, bukan cuma untuk tugas akademik, tapi juga sebagai instrumen baru untuk AI untuk dakwah yang lebih efektif.

Dari Dosen UNNES untuk Dakwah Berbasis AI

PDM kota Semarang menghadirkan Drs. Kasmui, M.Si., seorang dosen FMIPA dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Menariknya, beliau juga merupakan anggota Tim Pengembang software majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kombinasi keilmuan eksak dan pemahaman keagamaan yang mendalam ini dinilai sangat pas untuk memandu para santri melek digital ini. Harapannya, mereka bisa memanfaatkan AI secara positif dan bertanggung jawab.

Salah satu contoh bayangannya adalah kemampuan mengembangkan platform tanya jawab keagamaan berbasis AI, mirip seperti inovasi chatmuGPT yang juga lahir dari kader Muhammadiyah di Semarang.

Gerakan Sinkron: Pimpinan dan Santri Melek Teknologi

Pada saat yang sama, di lokasi yang sama, para pimpinan pesantren Muhammadiyah se-Kota Semarang juga menggelar Halaqah IV. Menurut Ketua LPP PDM Kota Semarang, H. Dani Muhtada, Ph.D., forum pimpinan ini jadi ajang serius membahas isu strategis, mulai dari kurikulum sampai tata kelola pesantren.

Ini menunjukkan adanya gerakan yang sinkron dari PDM kota Semarang. Sementara para pimpinan memperkuat fondasi di level manajerial, para santrinya langsung dibekali keterampilan masa depan.

Prof. Dr. Ahwan Fanani, selaku tuan rumah (Takmir Masjid At-Taqwa) sekaligus Wakil Ketua PDM, menyambut hangat inisiatif ini. Baginya, masjid memang harus naik kelas.

Bukan cuma jadi tempat salat, tapi harus jadi pusat pengembangan potensi umat. “Masjid At-Taqwa siap jadi wadah santri menguasai teknologi. AI ini keniscayaan yang harus kita pakai untuk memajukan dakwah,” tuturnya.

Langkah ini jadi cerminan bahwa tradisi pesantren yang kuat ternyata bisa banget bersanding dengan adaptasi teknologi. Ketika para santri tidak hanya fasih melantunkan ayat tapi juga piawai meramu algoritma, di situlah wajah dakwah Islam Berkemajuan yang relevan dengan zaman mulai terbentuk.

Baca juga :

Menjawab Tantangan Zaman, Guru Muhammadiyah Semarang ‘Naik Kelas’ Kuasai Coding AI dan Robotik

Kontributor: LPP PDM
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: