Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Aisyi Tower Klaten, Aisyiyah Sukses Bangun Hotel Literasi Pertama di Indonesia

17 Juni 2026, 11:48 WIB 3 menit baca
Prosesi penekanan tombol sirine soft launching Hotel Literasi Klaten Aisyi Tower oleh Ketum PP Aisyiyah Salmah Orbayinah didampingi tokoh Muhammadiyah dan PWM Jawa Tengah.
Ketua Umum PP 'Aisyiyah Salmah Orbayinah (tengah) menekan tombol peresmian dalam acara soft opening Aisyi Tower Klaten, Ahad (16/6/2026). Hotel unik di Jawa Tengah ini menjadi amal usaha 'Aisyiyah pertama di bidang perhotelan yang mengusung konsep literasi. (Foto: Dok. Istimewa)

KLATEN, muhammadiyahsemarangkota.org Gerakan ekonomi perempuan mencetak sejarah besar lewat peluncuran Aisyi Tower Klaten yang menjadi hotel literasi pertama di Indonesia.Hotel ini dibangun atas hasil swadaya jamaah tanpa utang bank. Kehadiran hotel unik di Jawa Tengah milik amal usaha ‘Aisyiyah ini sekaligus membuktikan bahwa organisasi perempuan mampu mengelola bisnis akomodasi skala besar yang edukatif.

Lompatan Besar Ekonomi Perempuan

Apresiasi tinggi langsung mengalir dari berbagai pihak saat momen soft launching penginapan modern ini pada Selasa (16/06/2026). Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyatakan kebanggaannya atas keberanian para kader di tingkat daerah.

Momentum pembukaan yang bertepatan dengan 1 Muharam 1448 Hijriah ini juga dinilai membawa semangat pembaruan yang kuat.

“Ini adalah amal usaha pertama ‘Aisyiyah di bidang perhotelan. Saya merasa bangga dan berterima kasih karena PDA Klaten berani melakukan lompatan yang luar biasa dalam amal usaha bidang ekonomi,” ujarnya.

Setelah itu, Salmah menegaskan bahwa seluruh lini bisnis organisasi harus dikelola secara profesional agar menghasilkan keuntungan. Meski demikian, perputaran uang tersebut memiliki tujuan mulia untuk kemaslahatan umat.

“Amal usaha harus profit, tidak boleh rugi. Tetapi seluruh keuntungan itu harus dikembalikan dan diinvestasikan untuk mewujudkan tujuan organisasi,” ujar Salmah.

Gebrakan Konsep Hotel Unik di Jawa Tengah

Dukungan senada datang dari Pemerintah Kabupaten Klaten yang melihat potensi besar dari penginapan ini. Staf Ahli Bupati Klaten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Joko Istanto, menyebut bangunan megah ini sebagai ikon baru yang membedakan Klaten dari wilayah lain.

Menurut Joko, konsep akomodasi ini menjadi nilai tambah yang sangat kuat. Pengelola menyediakan fasilitas khusus seperti perpustakaan anak dan berbagai pojok baca di sudut hotel. Kehadiran ruang edukasi tersebut diyakini mampu memperkaya wawasan pengunjung sepanjang waktu menginap.

“Muhammadiyah itu luar biasa. Terkadang tidak banyak terlihat, tetapi amal usahanya sangat besar. Dari bidang kesehatan memiliki banyak rumah sakit, dari bidang pendidikan memiliki banyak perguruan tinggi. Semua itu adalah karya nyata untuk bangsa yang kita cintai ini,” ujarnya.

Mandiri Tanpa Utang dan Berdayakan Warga Lokal

Ketua PDA Klaten, Sri Mulyani Rahayuningsih, menjelaskan bahwa proyek besar ini merupakan buah dari ikhtiar panjang seluruh anggota. Pihak manajemen berkomitmen penuh untuk menggerakkan perekonomian daerah sekitar. Komitmen tersebut dibuktikan dengan penyerapan tenaga kerja lokal yang mencapai angka 85 persen.

“Kami berharap Aisyi Tower mampu memberikan dampak positif di bidang sosial dan ekonomi. Sebanyak 85 persen tenaga kerja berasal dari warga Klaten. Di bidang keamanan kami memberdayakan kader Muhammadiyah dari Kokam, sementara kebutuhan konsumsi hotel juga melibatkan pelaku usaha lokal,” katanya.

Keberhasilan pembangunan gedung ini juga memuat fakta menarik di sektor finansial. Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media selaku mitra pengembang, Deni Asy’ari, mengungkapkan bahwa proyek ini berdiri kokoh tanpa sokongan dana dari pihak luar.

“Aisyi Tower murni didirikan dengan finansial internal ‘Aisyiyah. Kita ingin menunjukkan bahwa selama ikhtiar dan konsolidasi internal itu ada, kita mampu menghadirkan amal usaha besar tanpa bergantung pada hutang perbankan,” kata Deni.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: