Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bukan ke Mekkah, Ratusan Anak TK ABA Se-Semarang Kompak “Naik Haji” ke Gunungpati

7 Desember 2025, 17:08 WIB 2 menit baca
Bukan ke Mekkah, Ratusan Anak TK ABA Se-Semarang Kompak “Naik Haji” ke Gunungpati

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Di sebuah pagi yang penuh semangat di Gunungpati, ratusan anak berseragam putih berjalan kecil sambil melafalkan labbaikallahumma labbaik. Suara mereka bersahutan, membentuk suasana haru yang tak kalah khusyuk dari jamaah di Tanah Suci. Inilah momen yang tercipta dalam Pengenalan Manasik Haji TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal se-Kota Semarang.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (6/12/2025) di Firdaus Fatimah Zahra, Gunungpati, menjadi bagian dari program kerja IGABA periode 2022–2026. Tahun ini, total 756 peserta terdiri dari orang tua dan anak ikut merasakan pengalaman manasik secara langsung. Sebuah kegiatan yang tidak hanya memberi pengalaman ibadah bagi anak usia dini, tetapi juga menguatkan kedekatan orang tua dan lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini.

Belajar Ibadah Sejak Usia Dini

Para peserta dibagi dalam tujuh rombongan, masing-masing dipimpin oleh seorang Ketua Rombongan (Karom).

Setiap kloter menjalani seluruh rangkaian manasik: mulai pembagian paspor, proses di embarkasi, niat umrah, thawaf, sai, tahallul, hingga melempar jumrah.

Meski prosesi panjang, anak-anak tetap antusias. Suasana makin hidup ketika mereka memasuki area Ka’bah mini, mengangkat tangan, lalu melafalkan doa dengan suara lantang. Banyak orang tua tampak merekam sambil tersenyum bangga.

Ketua IGABA Kota Semarang, Sri Sulastri, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya rutinitas, tetapi wahana pembiasaan ibadah.

“Kegiatan ini kami rancang agar anak-anak mengenal ibadah haji sejak dini, sekaligus memperkuat kerja sama antara sekolah dan orang tua,” ujarnya.

Dari IGABA hingga KBIH Muhammadiyah

Tidak bekerja sendirian, IGABA menggandeng KBIH Muhammadiyah Kota Semarang untuk memastikan alur manasik berjalan sesuai tuntunan.

Tenaga medis disiapkan melalui kerja sama dengan RS Roemani, lengkap dengan obat-obatan dan ambulans demi keamanan peserta.

Rangkaian kegiatan juga memuat edukasi yang menyenangkan. Setelah prosesi utama, rombongan diajak berkunjung ke replika Masjid Nabawi, Jabal Rahmah, hingga Arabian Park, membuat pengalaman belajar semakin kaya dan menyenangkan.

Perjalanan manasik kali ini menjadi penutup untuk periode kepengurusan IGABA 2022–2026.

“Kami bersyukur kegiatan berjalan lancar. Semangat anak-anak menjadi pengingat bahwa menanamkan akidah itu harus dimulai sejak kecil,” tambah Sri Sulastri.

Kegiatan ini merupakan pembiasaan ibadah bukan hanya tugas sekolah, tetapi juga kolaborasi antara orang tua, guru, dan masyarakat.

Melalui kegiatan seperti manasik, anak-anak tidak sekadar belajar gerakan ibadah, tetapi juga memahami makna pengabdian, disiplin, dan kasih sayang.

Kontributor: Lutiah
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: