Bukan Sekadar Harta, Ini Empat Kunci Utama Selamatkan Rumah Tangga dari Perceraian
KENDAL, muhammadiyahsemarangkota.org- Angka perceraian di Indonesia mencapai titik mengkhawatirkan. Menurut data Mahkamah Agung, pada tahun 2024 hampir 400 ribu pasangan memilih mengakhiri bahtera rumah tangga mereka. Perselisihan, perselingkuhan, hingga masalah ekonomi menjadi pemicu utama keretakan tersebut.
Namun, Ustadz Amiril Edi Pranomo menegaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari materi. Ia memaparkan empat pilar utama yang bisa menjadi kunci untuk menyelamatkan keluarga dari jurang kehancuran. Pilar-pilar itu adalah spiritual, kasih sayang, kesehatan, dan ekonomi.
Penjelasan ini dibahas dalam kajian Ahad Pagi yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kaliwungu pada Ahad (21/9/25) kemarin.
Bertempat di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Hj. Sutiah, Ustadz Amiril membuka pemaparannya dengan menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi keluarga modern. Selain masalah kemiskinan dan ancaman kesehatan, gaya hidup hedonis dan materialistis juga menjadi biang keladi yang membuat banyak keluarga goyah.
Mubaligh muda Muhammadiyah Kota Semarang ini mengingatkan bahwa keluarga sakinah bukanlah impian yang datang begitu saja, melainkan hasil dari usaha yang konsisten dan berlandaskan ajaran agama.
Empat Pilar Utama Kekuatan Rumah Tangga
Sebagai solusi, Ustadz Amiril menjelaskan satu per satu keempat pilar yang menjadi fondasi kokoh bagi sebuah keluarga. Pilar pertama, yaitu spiritual, menekankan pentingnya pondasi akidah dan ibadah yang kuat. Ia berharap, setiap anggota keluarga memiliki keimanan yang setara, diiringi dengan doa agar dikaruniai keturunan yang menyejukkan hati.
Selanjutnya adalah pilar kasih sayang. Menurut Ustadz Amiril, pernikahan harus dilandasi oleh rasa saling menghargai dan bertanggung jawab. Hal ini esensial untuk menciptakan suasana damai dan bahagia, baik di dunia maupun akhirat. Pilar ini juga mencakup pendidikan moral dan adab sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadz Amiril kemudian membahas pilar kesehatan, yang mencakup kesehatan fisik dan rohani. Kesehatan rohani dapat diperkuat melalui zikir, sementara kesehatan fisik dianggap vital karena memudahkan seseorang untuk beraktivitas dan beribadah secara optimal.
Pilar terakhir adalah ekonomi. Ustadz Amiril menjelaskan bahwa kekayaan dalam Islam diukur dengan kecukupan, bukan kelimpahan. Oleh karena itu, ia menganjurkan setiap keluarga untuk memiliki sikap qanaah atau merasa cukup dan menggunakan harta untuk hal-hal yang benar-benar menjadi prioritas.
Ustadz Amiril menutup ceramahnya dengan pesan yang mengena. Ia menegaskan bahwa dengan memenuhi keempat pilar tersebut, keluarga akan meraih kebahagiaan sejati.
“Empat pilar tersebut adalah wasilah (sarana, red) keluarga untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan bebas dari api neraka,” pungkas Sekretaris Lembaga Pengembangan Haji dan Umrah (LPHU) PDM Kota Semarang itu.