Bukan Sekadar Sehat atau Mewah, Inilah Makna Sejati ‘Rumah Penuh Berkah’
NGALIYAN,muhammadiyahkotasemarang.org – Setiap keluarga mendambakan rumah yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga menghadirkan ketenangan batin. Konsep inilah yang dikupas tuntas dalam Kajian Keluarga Samara yang digelar oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Podorejo, Ngaliyan, pada Jum’at (31/10/2025).
Mengusung tema “Rumah Penuh Berkah”, kajian ini menghadirkan Ust. Kholid Winandar, S.Ag sebagai narasumber. Dalam suasana yang hangat, para jamaah diajak untuk memahami kembali hakikat keberkahan dalam rumah tangga.
Ust. Kholid membuka wawasan dengan meluruskan persepsi umum. Menurutnya, berkah sering disalahartikan sebagai kesehatan atau kekayaan materi semata.
“Sakit belum tentu TIDAK berkah. Sehat belum tentu PASTI berkah,” ujar Ust. Kholid. “Sebab, ada yang sakit tetapi dengan sakitnya menambah ketaatan kepada Allah. Tetapi ada yang sehat tetapi dengan sehatnya malah jauh dari ketaatan kepada Allah.”Lantas, apa indikator sejati dari sebuah rumah penuh berkah?
Makna Berkah: Bertambahnya Ketaatan
Ust. Kholid menjelaskan bahwa indikator utama keberkahan sejatinya sederhana, yakni ‘ziyadatul khoir’ atau bertambahnya kebaikan, dan ‘ziyadatut-tho’ah’ atau meningkatnya ketaatan.
“Indikasi rumah itu berkah adalah didalamnya mudah untuk melakukan amal ibadah dan dijauhkan dari maksiat,” tegasnya.
Beliau juga menekankan bahwa status tempat tinggal tidak menjadi soal. Keberkahan bisa diraih di mana saja, asalkan penghuninya berusaha mendekat kepada Allah.
“Tempat tinggal terbaik adalah tempat tinggal yang diberkahi Allah. Entah itu rumah sendiri, rumah kontrakan, kos-kosan atau bahkan masih nebeng di rumah mertua indah. Ndk masalah. Yang penting berkah,” tuturnya.
Untuk meraihnya, Ust. Kholid mengingatkan kembali doa agung yang dipanjatkan Nabi Nuh ‘alaihissalam saat mencari tempat tinggal, yang terabadikan dalam QS. Al-Mukminun ayat 29:
وَقُلْ رَّبِّ اَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبٰرَكًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ
“Wahai Rabbku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.”
Amalan Sederhana Pengundang Berkah
Menciptakan rumah penuh berkah tidak harus dengan amalan yang berat. Ust. Kholid membagikan beberapa kiat sederhana yang sering terlupakan, namun dampaknya luar biasa.
Salah satu yang paling utama adalah membiasakan ucapan salam saat memasuki rumah. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. An-Nur ayat 61, yang menyebut salam sebagai ‘tahiyyatan min ‘indillahi mubarakatan thayyibah’ (salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah).
“Sebagaimana ucapan yang buruk akan berpengaruh pada keburukan, maka ucapan yang baik akan berpengaruh pada kebaikan. Maka biasakanlah ucapan salam,” ajaknya.
Keberkahan, lanjutnya, adalah kebutuhan dalam setiap fase keluarga, yang bahkan didoakan sejak awal pernikahan melalui doa: Bārakallāhu laka wa bāroka ‘alaika wa jama’a bainakumā fī khoir.
Selain itu, amalan lain seperti berdzikir, rutin membaca Al-Qur’an di rumah, memperbanyak sedekah, tidak tidur setelah Subuh, dan menghidupkan sholat sunnah di rumah adalah contoh-contoh aktivitas yang dapat mengundang rahmat dan berkah Allah.
Kajian ini ditutup dengan harapan agar setiap rumah tangga Muslim mampu menjadi oase ketaatan, tempat di mana kebaikan terus bertambah dan seluruh anggotanya dijauhkan dari kemaksiatan.