Intip Dakwah Kreatif Angkatan Muda Muhammadiyah, Belajar Tanam Melon Sampai Panen Raya
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Wajah baru dakwah kreatif Angkatan Muda Muhammadiyah kini hadir lewat semaian tanaman hortikultura. Belasan kader muda di Pudakpayung membuktikan syiar Islam dapat terwujud nyata lewat aksi merawat tanaman melon bersama warga. Langkah segar ini menjadi wadah kreasi sekaligus sarana merangkul masyarakat luas tanpa kesan kaku.
Suasana guyub tampak jelas saat Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menggelar bimbingan teknis budi daya melon di Ranting Pudakpayung pada Senin (17/8). Sebanyak 18 peserta memadati ruangan, mulai dari kader Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah (NA), hingga jajaran bapak-bapak PRM dan ibu-ibu PRA. Mereka tekun mempraktikkan cara menyemai benih langsung ke dalam wadah semai.
Sentuhan Praktis Mantan Pekerja Kebun
Aktivis Pemuda Muhammadiyah Pudakpayung, Ihksan Nugrahadi, memandu langsung sesi praktik tersebut. Berbekal pengalamannya bekerja di perkebunan melon, ia membagikan kiat menyemai benih secara runtut. Para peserta belajar merendam benih, memeram selama dua hari hingga muncul kecambah, lalu menyemai bibit di tray selama 15 hari hingga berdaun empat.
Ketua PRM Pudakpayung, Nur Shodiq, menyambut gembira inisiatif yang digagas kader-kader muda tersebut. Ia menilai pendekatan praktis ini mampu mengubah cara pandang generasi muda terhadap kegiatan persyarikatan.
“Bagi pemuda dan NA, ini sarana dakwah AMM yang unik dan berbeda, di mana kegiatan ini ternyata menyenangkan bagi anak-anak muda,” ujar Nur Shodiq.
Ia menambahkan bahwa ruang kreativitas ini sengaja dibuka agar ranting menjadi rumah yang ramah bagi semua generasi.
“Dampaknya diharapkan anak-anak muda semakin tertarik untuk bergabung di AMM, karena berkegiatan di AMM Pudakpayung tidak melulu ngaji, tapi juga ada wadah kreativitas yang difasilitasi PRM,” tutur Nur Shodiq.
Wadah Inklusif Bernama AMM Academy
Semangat pembaruan ini bergulir lewat wadah bernama AMM Academy yang baru saja terbentuk. Wadah tersebut menjadi ruang berekspresi bagi 17 anak muda yang kini resmi menjadi pengurus inti AMM Pudakpayung. Mereka bertekad menghadirkan program yang membumi dan menyentuh kebutuhan masyarakat luas.
Ketua AMM Pudakpayung, Ghozi Fakhrurroji, B.Sc., menegaskan arah gerak organisasinya yang berfokus pada aksi nyata dan inklusif.
“Jadi AMM akan rutin mengadakan aktivitas yang tidak mainstream tapi dekat dengan masyarakat umum, bukan hanya Muhammadiyah,” tegas Ghozi.
Ghozi menjelaskan bahwa program budi daya melon ini merupakan langkah awal dari rangkaian program produktif tahunan mereka.
“Ini adalah event berkelanjutan yang akan kita akhiri maratonnya ketika panen melon nanti.
Setiap divisi cuma ada dua program satu tahun penuh dan sifatnya bulanan, tapi dampaknya kita usahakan besar minimal untuk skala ranting,” jelas Ghozi.
Menyemai Dampak Nyata di Pekarangan Warga
Seusai pelatihan, setiap peserta membawa pulang 10 butir benih melon untuk dipraktikkan langsung di pekarangan rumah masing-masing. Berbekal media tanam polybag ukuran 30×30 sentimeter, warga bersiap memindahkan bibit ke lahan terbuka pada Ahad, 30 Agustus 2026. Antusiasme ini memperlihatkan kuatnya daya tarik dakwah yang berpijak pada kebutuhan harian.
Gerakan di Pudakpayung ini menegaskan bahwa syiar kebaikan selalu menemukan jalan baru untuk menyentuh hati masyarakat. Saat anak-anak muda turun tangan mengolah tanah, dakwah kreatif Angkatan Muda Muhammadiyah menjelma menjadi ruang perjumpaan yang hangat, produktif, dan memberi manfaat berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.