Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Dari Dapur ke Panggung Pentas, Wali Murid SD Muhammadiyah Tampil Totalitas Meriahkan Milad

9 November 2025, 20:03 WIB 3 menit baca
Dari Dapur ke Panggung Pentas, Wali Murid SD Muhammadiyah Tampil Totalitas Meriahkan Milad

PEDURUNGAN, muhammadiyahsemarangkota.orgPanggung aula SD Muhammadiyah 08 (MAPANS) terasa seperti teater yang disulap. Di bawah sorotan ratusan pasang mata hadirin, barisan ibu-ibu wali murid berdiri tegak dalam balutan seragam hitam legam yang dramatis, disempurnakan oleh aksen merah terang dari jilbab yang menyala. Mereka bukan penyanyi profesional, tapi pose yang mereka tunjukkan adalah totalitas seorang performer.

Di depan latar Milad Muhammadiyah Ke-113, satu tim secara serentak mengacungkan tangan tinggi-tinggi ke atas, seolah meneriakkan janji semangat persyarikatan. Sementara tim lainnya menempatkan tangan di dada, pose yang penuh haru dan kesetiaan.

Lomba paduan suara Ikatan Wali Murid (IKWAM) SD MAPANS dalam rangka Milad Muhammadiyah Ke-113 ini telah menjadi ajang aktualisasi kecintaan para ibu untuk persyarikatan. Setiap nada yang mereka lantunkan, setiap gestur yang mereka lakukan, adalah bukti bahwa para ibu ini bertekad membuktikan bahwa perjuangan, persatuan, dan keindahan dapat diwujudkan dengan penampilan yang sempurna di depan mata generasi penerus.

Perjuangan di Balik Totalitas

Totalitas ini bukanlah kebetulan. Seragam yang mereka kenakan, dengan kontras warna yang mencolok, adalah hasil dari diskusi berhari-hari. Mereka menyadari, di tengah 17 tim yang berlomba, detail visual adalah kunci untuk menonjol. Warna hitam legam dipilih untuk memberikan kesan formal dan berwibawa, sementara merah menyala berfungsi sebagai titik fokus gairah dan semangat yang ingin mereka tampilkan di panggung.

Persiapan fisik dan mental pun tak kalah berat. Latihan vokal harus dilakukan di sela-sela waktu tersibuk para ibu mengurus dapur rumah tangga atau pekerjaan kantor. Mereka mengorbankan jam istirahat demi mencapai harmoni yang sempurna yang akan dinilai oleh juri.

“Kami ingin anak-anak melihat kami tampil habis-habisan, tidak setengah-setengah. Kami ingin mereka bangga bahwa ibu mereka punya semangat yang menyala seperti warna jilbab ini,” kata salah seorang anggota tim Paduan Suara.

Lomba ini dibuka dengan khidmat oleh Dr. H. Bunyamin, M.Pd, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, yang tampak terkesan dengan semangat para ibu IKWAM. Ia hadir sebagai saksi bahwa basis komunitas Muhammadiyah bergerak aktif merayakan Milad.

Sementara itu, Kepala SD MAPANS Rosid Ridlo, S.Pd, melihat totalitas performa tersebut sebagai jembatan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur organisasi. Ia menegaskan kembali tujuan utama kegiatan ini, yang melampaui sekadar mencari pemenang.

“Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk memperkenalkan dan menghayati nilai-nilai Muhammadiyah kepada generasi penerus,” ujar Rosid.

Melalui lagu-lagu persyarikatan yang mereka nyanyikan dengan penuh gestur, para ibu ini bukan hanya menghibur, melainkan menjadi duta hidup yang mengajarkan anak-anak mereka makna dari solidaritas, perjuangan, dan pengabdian dalam sebuah organisasi besar.

Para ibu wali murid SD MAPANS telah membuktikan bahwa Mars Muhammadiyah tidak hanya dinyanyikan, tetapi diperjuangkan dalam setiap detail, setiap pose, dan setiap jahitan seragam. Mereka telah mengajarkan generasi penerus bahwa totalitas adalah bentuk tertinggi dari pengabdian.

Kontributor: Humas SD MAPANS
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: