Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Cegah Pergaulan Bebas, Didiklah Anak Mulai dari Rumah

8 Oktober 2026, 21:32 WIB • 2 menit baca
Ustad K.H. Danusiri, M.Ag. sedang menyampaikan pemaparan kajian agama di meja berlaplak logo Muhammadiyah.
Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Ustad K.H. Danusiri, M.Ag., saat memberikan pemaparan dalam kajian rutin Kitab Bulughul Maram di Masjid As-Salam Wonodri, Semarang. Beliau menegaskan bahwa pendampingan serta keteladanan orang tua di dalam rumah tangga merupakan benteng utama untuk mencegah bahaya pergaulan bebas dan kerusakan moral generasi muda.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org — Penyesalan orang tua kerap kali datang terlambat tatkala anak sudah terperosok dalam jerat penyimpangan moral. Padahal, syariat Islam tidak sekadar bicara soal sanksi atau hukum, melainkan menekankan pentingnya pencegahan dini dari dalam rumah tangga.

Sentilan tajam tersebut mengemuka dalam kajian Kitab Bulughul Maram di Masjid As-Salam Wonodri, Semarang, Selasa (29/9/2026). Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Ustad K.H. Danusiri, M.Ag., menegaskan bahwa kelemahan pendidikan keluarga menjadi akar utama maraknya pergaulan bebas dan kerusakan karakter remaja saat ini.

“Lagi-lagi saya mengatakan, pendidikan orang tua itu gagal semua jika abai mendampingi anak,” tegas Ustad K.H. Danusiri di hadapan para jamaah.

Keteladanan Orang Tua dan Keadilan Penegakan Hukum

Membahas bab hukum pidana Islam (hudud) tidak boleh berhenti pada bentuk hukuman fisik semata. Kiai Danusiri menguraikan kisah teladan Rasulullah SAW yang tetap memanusiakan pelaku kejahatan dengan mempertimbangkan kondisi fisiknya saat menerima sanksi.

Pelajaran besar dari hadis tersebut menekankan bahwa penegakan aturan wajib mengedepankan prinsip keadilan dan kemanusiaan. Namun jauh sebelum urusan hukum bekerja, peran orang tua dalam membentuk kebiasaan salat dan membatasi pergaulan anak jauh lebih utama.

“Pelaksanaan hukuman harus melihat kondisi, tidak serta-merta seratus persen sama. Yang harus kita nilai adalah perbuatannya, bukan merendahkan martabat fisiknya,” jelas Pengasuh Kajian Bulughul Maram tersebut.

Segera Bertobat Sebelum Aib Keburukan Terbongkar

Di tengah gempuran pergaulan modern, keluarga harus hadir sebagai ruang aman pertama bagi anak. Orang tua wajib peka terhadap perubahan perilaku buah hati mereka sebelum terpengaruh oleh lingkungan sosial yang merusak.

Bagi siapa pun yang pernah melangkah salah, Islam senantiasa membuka pintu perbaikan diri selebar-lebarnya. Wakil Ketua PDM Kota Semarang itu mengajak umat untuk tidak menunda waktu dan segera kembali ke jalan yang benar selagi kesempatan masih ada.

“Sebelum keburukan itu terbongkar di hadapan publik, segeralah bertobat kepada Allah Swt.,” pimpin Ustad K.H. Danusiri menutup pesannya.

Kontributor: Syafi’i
Editor: rizqi aulia
Bagikan: