Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Gapai Sukses Dunia dan Akherat Tak Hanya dengan Harta dan Tahta

24 September 2025, 20:00 WIB 3 menit baca
Gapai Sukses Dunia dan Akherat Tak Hanya dengan Harta dan Tahta

NGALIYAN,muhammadiyahkotasemarang.org- Pengertian sejati tentang kesuksesan sering kali disalahpahami. Dalam masyarakat, kita sering mengukur keberhasilan seseorang hanya dari kekayaan, jabatan, atau popularitas yang mereka miliki. Namun, pandangan ini ditentang dalam sebuah kajian yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Ngaliyan pada Sabtu, (20/09/25).

Pengajian ini dihadiri oleh anggota Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) dan warga ‘Aisyiyah se-Ngaliyan. Bertujuan untuk memberikan perspektif yang lebih mendalam mengenai makna sukses dunia akhirat yang sesungguhnya.

Resep Sukses yang Seimbang: Iman dan Amal Saleh

Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Yuliyansyah Masyhar ini bertempat di Rumah Ibu Aisyah Sofi, berlokasi di Jl. Karonsih Timur Raya III No. 203 RT 06 RW 05 Ngaliyan.

Ustadz Yuliyansyah menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Menurutnya, “Keseimbangan antara kehidupan dunia dan persiapan untuk akhirat adalah kunci utama untuk mencapai kebahagiaan yang langgeng.”

Dalam kajian tersebut, Ustadz Yuliyansyah menjelaskan bahwa formula untuk meraih kebahagiaan sejati ini telah dijelaskan dengan jelas dalam Al-Qur’an.

Salah satu ayat yang menjadi sorotan adalah Surat Al-Baqarah ayat 5, yang menyebutkan, “… ulaa ika humul muflihuun,” yang berarti “…mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Kata muflihun sendiri berasal dari kata falah, yang maknanya adalah orang-orang yang meraih keberuntungan, sukses, dan kebahagiaan.

Istilah ini sangat familiar bagi umat Muslim. Setiap hari, muazin mengumandangkan ajakan “hayya ‘alal falaah” atau “marilah meraih kemenangan/kebahagiaan.” Menurut Ustadz Yuliyansyah, ini adalah seruan untuk menunaikan salat, yang menjadi pintu gerbang menuju keberhasilan sejati. Untuk mencapainya, beliau menekankan bahwa ada dua resep utama. “Resep utama yang ditekankan dalam kajian ini: iman dan amal saleh,” ujarnya.

Implementasi Iman dalam Kehidupan Sehari-hari

Ayat-ayat sebelumnya dalam Surat Al-Baqarah memperjelas landasan dari dua resep tersebut. Ayat kedua, “alladzina yu’minuna bil ghaib” (mereka yang beriman kepada yang gaib), menekankan pentingnya keyakinan yang kuat terhadap hal-hal yang tidak terlihat.

“Ini adalah fondasi dari keberhasilan hakiki seorang Muslim,” Ustadz Yuliyansyah menjelaskan.

Sementara itu, ayat ketiga, “wa yuqiimuu nash shoolaata wa mimma razaqnahum yunfiquun” (mereka mendirikan salat dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan), menjelaskan implementasi dari iman tersebut. Ayat ini memaparkan dua bentuk amal saleh yang krusial.

Pertama, hubungan vertikal dengan Allah (hablumminallah), yang diwujudkan melalui salat.

Kedua, hubungan horizontal dengan sesama manusia (hablumminannas), yang dilakukan dengan bersedekah atau menginfakkan sebagian rezeki. Keduanya adalah bukti nyata dari keimanan seseorang.

Dengan demikian, keberhasilan seseorang tidak bisa hanya dinilai dari materi semata. Kajian ini mengajak para peserta untuk merefleksikan kembali makna sukses. Memiliki harta, jabatan, atau popularitas tidaklah cukup jika tidak disertai dengan iman dan amal saleh.

Mari kita renungkan kembali, apakah definisi sukses yang kita pegang selama ini sudah selaras dengan nilai-nilai luhur yang diajarkan agama? Menggapai sukses dunia dan akhirat adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir yang sempit. Ini adalah proses menyeimbangkan hidup dengan iman yang kokoh dan amal yang bermanfaat bagi diri sendiri serta orang lain.

Kontributor: MPI PCM Ngaliyan
Editor: Adib Abyan Albari
Bagikan: