Gandeng Persejasi, Muhammadiyah Populerkan Tren Unik Sepak Bola Berjalan Kaki
Yogyakarta, muhammadiyahsemarangkota.org — Menggiring bola di lapangan hijau biasanya identik dengan aksi lari cepat dan benturan fisik yang menguras stamina tingkat tinggi. Namun, tren olahraga global kini mulai bergeser ke arah aktivitas fisik yang lebih ramah bagi semua kelompok umur. Sadar akan pentingnya kebugaran yang inklusif, organisasi Islam ini meluncurkan sebuah terobosan olahraga baru yang sangat unik dan menyenangkan.
Melansir dari portal resmi Muhammadiyah.or.id, langkah progresif tersebut lahir lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Jumat (3/7/2026) kemarin. Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat (LPO PP) Muhammadiyah resmi berkoalisi taktis dengan Perkumpulan Sepak Bola Jalan Seluruh Indonesia (Persejasi). Agenda sakral ini mengambil tempat di Ruang Aula Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Mentri Supeno, Yogyakarta.
Kolaborasi berkelas ini berkomitmen penuh untuk membumikan cabang olahraga sepak bola berjalan kaki (walking football) di seluruh ekosistem organisasi. Aktivitas fisik ini sengaja hadir sebagai program nyata dalam memicu gairah gaya hidup sehat muhammadiyah secara massal. Langkah cerdas tersebut sekaligus menjadi perekat tali kebersamaan antarwarga persyarikatan melalui pendekatan kompetisi yang gembira.
Olahraga Tanpa Lari
Ketua LPO PP Muhammadiyah, Gatot Sugiharto, menyambut kerja sama strategis ini dengan energi dan antusiasme yang luar biasa tinggi. Kehadiran Ketua Pusat Persejasi, Hendra Hartono, dalam seremoni kemarin juga mempertegas keseriusan proyek kebugaran bersama ini. Karakteristik olahraga yang melarang pemainnya untuk berlari membuat cabang ini menjadi opsi paling aman bagi para senior.
Pihak lembaga siap mengawal penyusunan program latihan, mencetak pelatih bersertifikat, hingga menggelar turnamen resmi secara berkala. Sosialisasi masif akan segera bergerak menyasar tingkatan ranting, cabang, hingga daerah di seluruh penjuru tanah air. Melalui ekspansi ini, olahraga sepak bola berjalan kaki tidak lagi menjadi konsumsi masyarakat urban saja.
“LPO PP Muhammadiyah siap sepenuhnya mendukung dan mengembangkan sepak bola berjalan kaki di lingkungan Muhammadiyah. Olahraga ini sangat inklusif, cocok untuk semua usia, dan sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang mendorong gaya hidup sehat serta kebersamaan,” ungkap Gatot Sugiharto mengenai visi inklusivitas program.
Mengemas Misi Dakwah Kemanusiaan Lewat Giringan Bola yang Santai
Momentum penandatanganan kerja sama ini turut mendapat kesaksian langsung dari Ketua Persejasi DIY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, beserta jajaran pengurus daerah. Kehadiran para tokoh akademisi dan praktisi olahraga ini menjadi modal awal yang sangat kuat. Mereka optimis mampu mengubah persepsi masyarakat bahwa menjaga kesehatan tubuh harus selalu lewat latihan yang berat.
“Kami akan memastikan program ini dapat diimplementasikan secara luas, mulai dari tingkat cabang hingga daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh anggota persyarikatan,” tambah Gatot Sugiharto penuh optimisme.
Melalui sinergi kokoh ini, popularitas sepak bola berjalan kaki berpeluang besar untuk meledak di panggung olahraga nasional. Formula baru ini berhasil mengawinkan nilai-nilai sportivitas keagamaan dengan dakwah bil hal yang sangat cair dan segar. Skuad Muhammadiyah kini menaruh harapan besar agar gerakan ramah lansia ini mampu melahirkan peradaban masyarakat Indonesia yang jauh lebih bugar dan bahagia.