Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Gebrakan Dakwah Digital Muhammadiyah: Senjata AI di Tangan Jurnalis Muda

6 Maret 2026, 19:58 WIB • 3 menit baca
Suasana pembukaan Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah di Semarang yang membahas akselerasi dakwah digital dan penulisan AI.
Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Drs. H. Wahyudi, M.Pd., saat membuka acara Pesantren Jurnalistik di Gedung BPSDMD Jateng, Semarang, Jumat (6/3/2026).

BANYUMANIK, muhammadiyahsemarangkota.org – Menghadapi banjir informasi, Dakwah Digital Muhammadiyah kini memasuki babak baru dengan memadukan idealisme dan teknologi mutakhir. Suasana riuh tampak di Gedung BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Jumat (06/03/2026). Sebanyak 110 peserta berkumpul untuk mempertajam “taji” mereka dalam mengarungi arus informasi digital yang semakin kencang.

Gelaran Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jateng ini menjadi bukti nyata bahwa organisasi ini tidak ingin sekadar menjadi penonton. Dengan mengusung tema akselerasi, para kader mulai bersahabat dengan teknologi terbaru. Mereka mempelajari cara menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk dakwah serta teknik video grafi mobile dakwah yang tengah populer.

Integritas di Tengah Gempuran AI

Meskipun teknologi berkembang pesat, prinsip utama tidak boleh goyah. Ketua MPI PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Muchlas, M.T., menegaskan bahwa jurnalisme adalah jalan perjuangan. Menurut Muchlas, jurnalis memiliki derajat yang sama dengan dai dalam menyampaikan kebaikan kepada umat.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa penggunaan AI hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk efisiensi riset dan penulisan. Sosok akademisi ini juga mengingatkan jurnalis agar tetap memegang teguh fakta. Hal ini penting agar mereka tidak tergerus oleh narasi liar para buzzer. Semangat jurnalisme berkemajuan inilah yang menjadi pembeda utama di ruang publik.

“Profesi jurnalis adalah jalan idealitas dan perjuangan, bukan tempat mencari kekayaan materi. Jurnalis Muhammadiyah harus menjaga marwah profesinya sebagai media dakwah, bukan sekadar sampingan atau alat politik. Kita gunakan AI, namun kebenaran fakta tetap menjadi panglima,” tegas Prof. Muchlas.

Membentuk Pasukan Kader Digital

Selain soal teknik menulis, fokus utama saat ini adalah transformasi sumber daya manusia. Sekretaris MPI PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., melihat potensi besar dari ratusan ribu mahasiswa Muhammadiyah. Pakar komunikasi ini ingin mencetak mereka menjadi agen literasi digital Gen Z yang produktif dan solutif.

Faktanya, kata kunci Muhammadiyah muncul puluhan ribu kali setiap bulan di mesin pencari. Namun, ia menyayangkan karena produksi konten yang sistematis masih perlu ditingkatkan. Oleh sebab itu, Anam mendorong integrasi melalui portal utama dan penggunaan SEO sebagai strategi wajib untuk menyebarkan syiar Islam.

“Target strategis kita adalah mengubah potensi besar ini menjadi Kader Digital yang produktif. Kita harus bergerak cepat memperkuat SEO dan AI. Tujuannya agar konten Islam yang rasional dan membumi bisa ditemukan dengan mudah oleh generasi muda,” ungkap Prof. Anam Sutopo.

Keberanian Menuju Umat Terbaik

Di sisi lain, acara dua hari ini juga menyasar pendataan aset bersejarah atau heritage Muhammadiyah. Langkah tersebut sangat penting untuk mendokumentasikan sejarah perjuangan secara sistematis bagi generasi mendatang.

Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Drs. H. Wahyudi, M.Pd., membuka kegiatan ini secara resmi. Dalam pesan penutupnya, Wahyudi mengajak seluruh peserta untuk memiliki keberanian dalam berinovasi. Ia meyakini bahwa keberanian itulah yang akan membawa umat menuju derajat yang lebih tinggi sebagai khairu ummah.

“kalau kita punya keberanian, kita akan menjadi manusia terbaik. Khairu ummah. Khairu ummah itu tidak mudah. Mudah-mudahan kita semuanya punya keberanian dan insyaallah menjadi khairu ummah. Dan marilah kegiatan Pesantren Jurnalistik ini kita buka dengan basmalah,” ujar H. Wahyudi.

Melalui sinergi teknologi dan integritas, Dakwah Digital Muhammadiyah kini siap melangkah lebih jauh. Jurnalis muda Muhammadiyah bukan hanya penulis berita, melainkan pejuang nilai yang mengisi ruang siber dengan cahaya kebenaran.

Baca juga :

Lawan Konten Negatif, Muhammadiyah Standarisasi Dakwah Digital untuk Milenial

Reputasi Digital Bukan Hanya Soal “Gencar Posting”, Tapi Bukti Nyata di Publik!

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: