Gubernur Jateng Luthfi: Muktamar Tapak Suci 2026 Momentum Strategis Bangun Karakter Bangsa
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Pencak silat memiliki nilai jauh lebih besar dari sekadar olahraga fisik. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan hal krusial ini saat menghadiri pembukaan Muktamar Tapak Suci 2026. Perhelatan akbar tersebut berlangsung meriah di Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (8/8/2026). Luthfi menyebut seni bela diri sebagai fondasi utama membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Gubernur Jateng ini melihat pencak silat sebagai warisan luhur nusantara. Warisan budaya ini memiliki peran strategis menjaga kebugaran tubuh para pemuda. Lebih dari itu, latihan intensif bela diri sangat efektif membentuk mental baja.
“Seni bela diri membentuk karakter, kerja sama, dan kebersamaan,” tegas Luthfi di hadapan ribuan peserta muktamar.
Luthfi terus mendorong perkembangan pencak silat Muhammadiyah di wilayahnya. Ia menilai olahraga ini membawa manfaat sosial yang sangat luas. Silat mampu menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan secara alami. Nilai-nilai luhur ini menjadi kunci penting merawat keutuhan negara di tengah perubahan zaman.
Kebanggaan Tuan Rumah dan Sinergi Institusi
Pemimpin Jawa Tengah ini turut menyampaikan rasa bangganya. Wilayahnya mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Muktamar Tapak Suci 2026. Ajang berskala internasional ini sukses menarik ribuan peserta. Delegasi tangguh dari delapan negara asing bahkan ikut meramaikan arena.
Luthfi berharap forum tertinggi ini melahirkan program-program konstruktif. Agenda musyawarah tidak boleh sekadar mengurusi pergantian pimpinan organisasi. Keputusan strategis harus muncul untuk kebaikan masyarakat luas. Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, ia mendoakan kelancaran seluruh agenda persidangan.
Senada dengan Luthfi, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyoroti pentingnya pendidikan akhlak. Fisik yang prima harus berdampingan dengan kekuatan spiritual. Perpaduan sempurna ini melahirkan generasi berjiwa kesatria. Generasi tangguh tersebut berani membela kebenaran dan melindungi masyarakat.
Haedar secara resmi membuka Muktamar Tapak Suci 2026 dengan menancapkan senjata tradisional Segu. Ia sangat mengapresiasi dukungan Pemprov Jawa Tengah dan Pemkot Semarang. Sinergi erat antara Muhammadiyah dan pemerintah harus terus menguat. Kolaborasi nyata ini menjadi pilar utama pembangunan bangsa seutuhnya.
Benteng Kuat Hadapi Ancaman Sosial
Dukungan serupa datang dari Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Pemimpin tertinggi kepolisian ini hadir langsung menerima gelar Pendekar Kehormatan. Sigit berharap Polri dan Tapak Suci bisa segera berkolaborasi. Kerja sama ini akan berfokus pada pembinaan masyarakat dan generasi muda.
Kepolisian ingin menggandeng pesilat untuk memerangi ancaman sosial masa kini. Bahaya narkoba, maraknya judi daring, hingga peredaran disinformasi terus mengincar kaum muda. Polri dan Tapak Suci siap menjadi garda terdepan melindungi generasi bangsa dari ancaman tersebut.
“Kita bersama-sama menjaga kesejukan masyarakat,” ujar Sigit menekankan pentingnya peran pesilat.
Filosofi pendekar pembela kebenaran sangat selaras dengan tugas kepolisian. Nilai disiplin dan kerja keras Tapak Suci menjadi modal berharga bagi pemuda menghadapi tantangan global. Kehadiran ribuan pesilat di pembukaan Muktamar Tapak Suci 2026 menegaskan eksistensi silat. Bela diri ini siap menjadi benteng pertahanan sosial terkuat di Indonesia.