Hadiah “Bernyawa” di Milad ke-113 Muhammadiyah, Erna Pulang Menuntun Kambing dari Jalan Sehat Semarang
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org — Suara embikan nyaring tiba-tiba memecah riuh rendah ribuan peserta di halaman Balaikota, Ahad (21/12/2025). Di tengah deretan doorprize benda mati seperti elektronik dan sepeda, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang menghadirkan kejutan berbeda dalam gelaran Jalan Sehat Semarang untuk menyemarakkan Milad ke-113 Muhammadiyah.
Erna, warga Kesatrian, berdiri terpaku dengan mata berbinar. Tangannya yang biasa menggenggam buku saku saat mengikuti Pesantren Weekend, kini harus memegang erat tali kekang seekor kambing jantan yang lincah. Tidak sendirian, ia datang bersama suami dan anak laki-lakinya untuk merayakan syukuran persyarikatan.
Keikutsertaannya dalam Jalan Sehat Semarang kali ini diniatkan untuk olahraga keluarga. Namun takdir justru memberinya “kado hidup” yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Hadiah Bernyawa Jalan Sehat Semarang
Hadiah unik ini merupakan sumbangan istimewa dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Candisari 1, Semarang. Di saat banyak orang berharap mendapatkan mesin cuci atau motor, keluarga Erna justru “dijemput” oleh rezeki bernyawa di tengah kemeriahan Jalan Sehat Semarang. Hadiah tersebut seolah menjadi simbol keberkahan agraris yang hadir di tengah jantung kota.
“Alhamdulillah, senang sekali. Jujur awalnya ikut saja bersama suami dan anak, malah sempat bingung harus bawa apa. Tidak kepikiran sama sekali bisa dapat hadiah kambing di Milad ke-113 Muhammadiyah ini,” ungkap Ibu Erna dengan wajah sumringah, disambut tawa renyah sang anak yang antusias melihat “anggota keluarga” baru mereka di lokasi Jalan Sehat Semarang tersebut.
Momentum pengundian itu menjadi pengalaman emosional yang tak terlupakan bagi warga rombongan Masjid Muhammadiyah Kota Atlas ini. Saat namanya dipanggil oleh panitia PDM Kota Semarang, rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu. Bagi Erna, partisipasinya dalam Jalan Sehat Semarang adalah bentuk loyalitas pada persyarikatan yang berbuah manis.
Ia menekankan bahwa kemeriahan di Balaikota ini bukan sekadar tentang perburuan hadiah, melainkan tentang merawat silaturahmi antarwarga. Namun, ia mengakui hadiah kambing tersebut menjadi simbol rezeki yang nyata dari kebersamaan yang terjalin selama agenda Jalan Sehat Semarang berlangsung.
“Semoga Muhammadiyah semakin jaya dan makmur, terus membawa kebahagiaan dan kebaikan bagi umat, bahagia dunia dan akhirat,” pungkasnya penuh doa.
Momen unik di Milad ke-113 Muhammadiyah ini membuktikan bahwa dakwah sosial dapat dikemas secara membahagiakan. Melalui kesuksesan Jalan Sehat Semarang, Ibu Erna dan keluarganya tidak hanya pulang membawa raga yang sehat, tetapi juga menuntun sebuah harapan hidup yang akan selalu mengingatkan mereka pada hangatnya keluarga besar Muhammadiyah.
Baca juga:
Jalan Sehat Muhammadiyah Semarang Banjir Air Mata, Nomor Kupon Jadi Tiket Umroh ke Baitullah