Saat ‘Aisyiyah Menguatkan Langkah Para Pengawal Kokam Muhammadiyah
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Musibah datang tanpa aba-aba, merenggut kelincahan fisik para kader muda yang biasanya sigap bergerak di garis depan. Di tengah masa pemulihan, jajaran Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Semarang hadir membawa angin segar bagi para anggota Kokam Muhammadiyah yang sedang diuji.
Kunjungan hangat tersebut berlangsung di RS Roemani Semarang pada Senin, 19 Oktober 2026. Di balik dinding putih ruang perawatan, para pengurus ‘Aisyiyah menyapa dan menyalurkan tali asih untuk meringankan beban fisik serta mental para pejuang kemanusiaan tersebut.
Sentuhan Empati di Ruang Perawatan
Hj. Aminah Kurniasih, M.Pd., selaku Ketua PD ‘Aisyiyah Kota Semarang, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang terjadi. Ia menegaskan bahwa musibah ini merupakan bagian dari takdir yang harus dihadapi dengan ketabahan luar biasa.
“Kami ikut prihatin atas musibah kecelakaan yang menimpa rekan-rekan Kokam beberapa waktu lalu. Semoga tali asih ini sedikit meringankan beban dan menjadi penguat moril bagi para korban,” ujar Hj. Aminah saat menemui para pasien di bangsal rumah sakit.
Selanjutnya, ia memberikan penguatan mental agar para kader tidak patah arang. Menurutnya, proses penyembuhan fisik harus diiringi dengan keteguhan batin untuk kembali bangkit melangkah.
“Kami mendo’akan agar semuanya segera pulih total. Selepas pulih nanti, kami berharap rekan-rekan tetap semangat berjuang di Kokam seperti sedia kala,” tambah Hj. Aminah memberikan motivasi penuh semangat kepada para kader.
Menemukan Hikmah di Balik Ujian
Tak lupa, ia mengingatkan bahwa setiap peristiwa pahit selalu menyimpan rahasia ilahi yang luar biasa. Hikmah di balik kejadian ini justru akan melatih ketangguhan mental kader persyarikatan ke depan.
“Selalu ada hikmah di balik musibah ini, semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua dalam setiap langkah perjuangan,” pungkasnya penuh keteduhan.
Kunjungan penuh empati itu meninggalkan kesan mendalam di hati para pasien. Rangkaian doa dan dukungan moral yang diberikan menjelmalah sebagai vitamin batin yang membangkitkan optimisme baru di ruang perawatan.