Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Wadahi Kesehatan Mental Mahasiswa, IMM Ar Razy Unimus Ciptakan Ruang Tumbuh Inklusif

29 Agustus 2026, 19:52 WIB • 2 menit baca
Sembilan pimpinan dan tamu undangan termasuk Dr. M. Fatkhul Mubin dan pimpinan IMM mengenakan jas merah marun berdiri dengan pose mengepalkan tangan di depan puluhan peserta DAD PK IMM Ar Razy Unimus di dalam ruang aula.
Sinergi perkaderan: Wakil Dekan I Fikkes Unimus Dr. M. Fatkhul Mubin, M.Kep., Sp.Kep.J., bersama pimpinan cabang dan komisariat IMM Ar Razy Unimus mengabadikan momen bersama para peserta DAD saat berkomitmen menciptakan ruang tumbuh inklusif di Gedung Nursing Research Center Unimus.

KEDUNGMUNDU, muhammadiyahsemarangkota.org – Tantangan dunia perkuliahan kerap menuntut mahasiswa kesehatan untuk memiliki wadah berproses yang nyaman dan saling mendukung. Oleh karena itu, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ar Razy Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggebrak pola pembinaan kader dengan menghadirkan ruang tumbuh inklusif sejak Jumat (28/8/2026).

Langkah strategis ini mewujud melalui gelaran Darul Arqom Dasar (DAD) yang berlangsung di Gedung Nursing Research Center Unimus. Selain itu, penyelenggara merancang pelatihan ini secara khusus untuk mengasah kebersamaan serta memperkuat ideologi kader muda.

Pengurus melatih puluhan peserta yang telah lolos tahapan skrining ketat oleh instruktur. Selanjutnya, para kader muda menjalani penggemblengan intensif selama tiga hari demi membentuk militansi dan solidaritas organisasi.

Menjadikan Organisasi Rumah Nyaman Bagi Kader

Upaya menciptakan ruang tumbuh inklusif di lingkungan kampus mendapat apresiasi penuh dari pihak fakultas. Sebab, iklim organisasi yang hangat terbukti ampuh mendongkrak potensi akademik maupun emosional mahasiswa.

Wakil Dekan I Fakultas Keperawatan dan Kesehatan Unimus, Dr. M. Fatkhul Mubin, M.Kep., Sp.Kep.J., menegaskan pentingnya konsistensi dalam melintasi tiap jenjang perkaderan. Bahkan, ia mendorong kader muda agar memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana syiar kebaikan.

“Berdakwah masyarakat membutuhkan optimalisasi pemanfaatan teknologi demi meluaskan syiar kebaikan,” tegas Mubin saat menyapa peserta pelatihan.

Memperkuat Komunikasi Profetik Calon Tenaga Kesehatan

Tidak hanya menggembleng ideologi, panitia juga membekali peserta dengan materi komunikasi profetik. Langkah ini sangat krusial agar para calon tenaga kesehatan mampu membangun kekompakan tim di dunia kerja kelak.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Semarang, IMMawan Muhammad Haikal Nabil, S.Sos., mengingatkan peserta untuk membumikan keilmuan mereka.

Ia berharap lulusan pelatihan ini mampu menerapkan nilai-nilai organisasi dalam kehidupan sehari-hari. “Mahasiswa kesehatan seyogyanya mewujudkan keilmuan mereka dalam kehidupan nyata serta mengimplementasikan Trilogi IMM saat mengemban amanah,” tutur Haikal.

Dengan demikian, sinergi ideologi dan ilmu kesehatan ini siap melahirkan generasi muda yang tangguh, responsif, serta berdampak luas bagi masyarakat.

Kontributor: Bidang RPK IMM Ar-Razy
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: