Intip Rahasia Kekuatan Muhammadiyah: Beramal Nyata Untuk Umat
KENDAL, muhammadiyahsemarangkota.org- “Yang punya harta, infaqkan. Yang punya ilmu, ajarkan. Yang punya kekuasaan, arahkan. Yang punya tenaga, kerahkan. Karena semua kita akan ditanya, apa kontribusimu untuk dakwah ini.”
Kalimat menggugah ini meluncur dari Dr. H. KRAT. AM. Jumai, SE., MM, Wakil Ketua PDM Kota Semarang dalam Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Limpung, Kendal, di Masjid Ulul Albab, Kompleks Muhammadiyah Boarding School (MBS) Krangkoan Limpung, pada Ahad (20/07/25). Kegiatan ini dipadati jamaah, termasuk hadirnya sejumlah tokoh dan pimpinan Muhammadiyah setempat. Diantaranya M. Furqon Kohar, Kepala MBS Limpung, serta para Ketua PCA, PRM, dan PRA se-Limpung.
Acara ini bukan sekadar pengajian biasa, melainkan sebuah gelora untuk kembali menguatkan spirit ber-Muhammadiyah melalui pendekatan spiritual, kultural, dan struktural.
AM. Jumai menjelaskan bahwa kekuatan Muhammadiyah yang telah berdiri kokoh lebih dari satu abad ini dibangun di atas fondasi tauhid yang murni dan akhlak yang luhur. Fondasi inilah yang menjadi pilar utama yang harus terus diperkuat oleh seluruh warga persyarikatan dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
Menurutnya, ghirah atau semangat ber-Muhammadiyah bukan hanya sekadar simbol, melainkan sebuah energi ideologis, spiritual, dan praksis yang mendorong setiap individu untuk terus bergerak dan berjuang di jalan dakwah.
Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PWM Jawa Tengah itu menekankan pentingnya tiga pendekatan krusial dalam membangun ghirah ini. Pertama, pendekatan spiritual, yang berfokus pada penguatan hubungan batin dengan Allah SWT melalui ibadah yang khusyuk dan keikhlasan dalam berdakwah.
Kedua, pendekatan kultural, yakni kemampuan Muhammadiyah untuk merespons dinamika masyarakat secara bijak dan membumi, agar dakwah dapat diterima dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Terakhir, pendekatan struktural, yang mengacu pada penguatan organisasi dan amal usaha Muhammadiyah agar semakin profesional dan strategis dalam melayani umat.
Amal Nyata Bangun Peradaban
AM Jumai menegaskan pula bahwa Muhammadiyah tidak hanya berhenti pada berjamaah dan berjami’iyah, tetapi juga harus senantiasa beramal secara nyata (amaliah). Hal ini tercermin dari kiprah amal usaha Muhammadiyah yang berkembang pesat di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial-keagamaan, hingga ekonomi, bahkan telah menembus batas negara.
Salah satu contoh nyata dari kekuatan Muhammadiyah yang tumbuh dari akar rumput adalah MBS Limpung Batang.
Dengan keyakinan dan optimisme tinggi, AM Jumai menyampaikan bahwa dengan semangat dan keikhlasan para kader serta dukungan penuh dari umat, MBS Limpung berpotensi besar untuk berkembang pesat dan menjadi tujuan pendidikan yang diminati dari berbagai wilayah, bahkan mancanegara.
Menjelang akhir tausiyahnya, AM Jumai mengajak seluruh jamaah untuk tidak ragu dan tidak pelit dalam berinfaq. Ia mengingatkan bahwa amal usaha Muhammadiyah tidak dibangun dengan modal materi yang besar, melainkan dengan kekuatan iman, semangat berjamaah, dan infaq tulus dari kaum muslimin.
Pesan ini semakin memperkuat ajakan untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing: berinfaq bagi yang berharta, mengajarkan ilmu bagi yang berilmu, mengarahkan kekuasaan bagi yang memiliki wewenang, dan mengerahkan tenaga bagi yang memiliki kekuatan fisik.