Jangan Asal Belajar! Simak Cara Menjaga Keimanan dan Pentingnya Sanad Ilmu
CANDISARI, muhamamdiyahsemarangkota.org – Memahami sanad ilmu yang jelas menjadi kunci utama dalam cara menjaga keimanan agar tidak tergerus paham menyimpang. Dalam Kajian Ahad Pagi Semarang hari ini (4/1/26) di Masjid Raya Candi Lama Semarang, tokoh Muhammadiyah Ustadz Drs. HM. Saidun, M.Ag. menegaskan bahwa tanpa guru yang kredibel, pemahaman agama seseorang berisiko kehilangan arah di tengah tantangan zaman.
Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah tersebut mengingatkan bahwa memahami agama tidak bisa dilakukan secara serampangan. Ia menyoroti fenomena belajar Islam otodidak vs bimbingan ulama yang berisiko mengaburkan kemurnian Tauhid di era modern.
“Bimbingan guru sangat krusial untuk memastikan pemahaman terhadap dalil Al-Qur’an dan Sunnah tetap berada pada koridor yang benar serta memastikan sanad ilmu tersambung kepada para ulama yang terpercaya,” tegas sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Takmir Masjid Raya Candi Lama Semarang tersebut.
Urgensi Kualitas Iman
Dalam ceramahnya, Ustad HM Saidun menekankan bahwa setiap Muslim memikul tanggung jawab besar untuk menjaga marwah agama melalui kualitas iman pribadi. Ia mengingatkan sekitar 80 jamaah bahwa eksistensi Islam sangat bergantung pada penjagaan penganutnya sendiri.
“Pentingnya kita menjaga keimanan adalah karena yang menjaga Islam adalah kita sendiri. Apabila kita tidak bisa, Allah akan menggantikan kita dengan generasi yang lain; yaitu generasi yang cinta kepada Allah dan tidak takut terhadap celaan musuh sedikit pun,” ujar Ustad HM Saidun.
Tantangan Zaman Digital
Ketua LPHU PWM Jawa Tengah ini menilai bahwa pentingnya bimbingan guru agama menjadi kunci agar kualitas keimanan terjaga dari paham-paham yang menyimpang. Terkait hal ini, ia memberikan penekanan khusus pada metodologi belajar umat di masa sekarang.
“Bimbingan guru menjadi kunci utama agar sanad ilmu yang jelas tetap tersambung kepada para ulama yang terpercaya. Hal ini penting terutama saat menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks dan serba digital,” ungkap Ustad HM Saidun dalam kajian tersebut.
Sebagai penutup, Ketua Takmir Masjid Raya Candi Lama tersebut mengapresiasi semangat warga yang tetap konsisten memakmurkan masjid sebagai pusat penguatan akidah.
Sesuai tradisi, kegiatan diakhiri dengan suasana kekeluargaan sambil menyantap makanan ringan dan teh hangat yang telah disediakan panitia guna mempererat tali silaturahmi.
Baca juga: