Market Day Unik SD Muhammadiyah Plus, Latih Jiwa Wirausaha Siswa Sejak Dini
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Pekikan suara cilik anak-anak yang sibuk merayu pelanggan seketika mengubah halaman sekolah menjadi arena pasar dadakan yang super meriah. Sambil memamerkan senyum paling manis, jemari mungil para siswa tampak begitu lincah menghitung uang kertas dan menyodorkan aneka jajanan unik. Pemandangan menggemaskan penuh energi positif inilah yang sukses mewarnai agenda tahunan di SD Muhammadiyah Plus Semarang pada Rabu (17/6/2026) hari ini.
Langkah edukatif lewat simulasi dagang ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang sangat efektif untuk melatih mental kemandirian anak di luar kelas. Selain itu, pihak sekolah sengaja merancang acara bertajuk Market Day ini guna memupuk jiwa wirausaha siswa sejak usia sedini mungkin.
Lembaga pendidikan yang kini berada di bawah kepemimpinan Wahyu Haspri Nur Taryanti tersebut konsisten menghadirkan metode belajar yang menyenangkan. Para siswa tidak hanya menghafal teori ekonomi, melainkan langsung mempraktikkan seni berkomunikasi dan mengelola keuangan secara riil. Alhasil, ruang kelas pun bertransformasi menjadi laboratorium bisnis berskala mini yang sangat inspiratif.
Bagi Peran Penjual dan Pembeli
Manajemen sekolah menerapkan sistem pembagian peran yang sangat menarik dalam simulasi pasar kali ini. Murid-murid dari kelas 4 dan kelas 5 mendapatkan tugas penting untuk bertindak sebagai pihak penjual. Sementara itu, adik-adik kelas mereka dari jenjang kelas 1, 2, dan 3 berperan aktif sebagai pembeli. Sinergi antarkelas ini berhasil menciptakan atmosfer interaksi sosial yang sangat dinamis sejak pagi hari.
Berbagai menu jajanan sehat seperti puding lembut dan risol mayo laris manis terjual dengan harga yang sangat terjangkau. Koordinator Bidang Kesiswaan, Ibu Esya, menyampaikan bahwa agenda ini bertujuan membentuk karakter bertanggung jawab melalui praktik jual beli. Program kreatif semacam ini berjalan selaras dengan kurikulum berbasis proyek untuk menguatkan pondasi kepribadian murid.
Para pembeli cilik juga belajar cara memilih produk secara mandiri serta menghitung uang kembalian dengan jujur. Di sisi lain, para pedagang cilik tampak sibuk merayu pelanggan dengan senyuman ramah demi menghabiskan stok dagangan. Kerja sama yang solid antara pihak guru dan wali murid menjadi faktor utama di balik tingginya angka transaksi hari ini.
Apresiasi Tinggi dari Kepala Sekolah
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Semarang, Wahyu Haspri Nur Taryanti, memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh elemen yang terlibat. Wahyu Haspri merasa bangga melihat keberanian anak-anak dalam memamerkan bakat berniaga di lingkungan sekolah. Pengalaman berharga ini diharapkan mampu melekat kuat sebagai modal penting bagi tumbuh kembang kreativitas anak kelak.
“Pengalaman yang diperoleh siswa melalui Market Day dapat menjadi bekal berharga dalam membangun karakter mandiri, kreatif, dan berjiwa entrepreneur sejak dini,” ungkap Wahyu Haspri Nur Taryanti dengan penuh harap.
Penutup pasar sekolah ini berakhir dengan rapi seiring keberhasilan para siswa membersihkan kembali area stan masing-masing. SD Muhammadiyah Plus Semarang membuktikan komitmennya untuk selalu menghadirkan pendidikan karakter yang aplikatif bagi masa depan anak. Melalui penanaman jiwa wirausaha siswa ini, sekolah siap melahirkan generasi emas yang mandiri dan berdaya saing global.