Kelulusan Dokter FK Unimus Capai Zero Retaker, Rektor: Hadiah Terindah di Akhir Ramadan
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali mencetak sejarah mebanggakan. Kelulusan dokter FK Unimus mencapai angka 100 persen tanpa ujian ulang (zero retaker) pada periode Maret 2026. Momentum istimewa ini bertepatan dengan sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, sehingga menjadi kado spesial bagi keluarga lulusan.
Pencapaian luar biasa tersebut merujuk pada hasil evaluasi Tim Adhoc Panitia Nasional. Berdasarkan surat keputusan resmi, seluruh peserta dari Unimus dinyatakan lulus secara meyakinkan dalam ujian kompetensi nasional. Hasil ini secara otomatis mempertegas kualitas kurikulum dan sistem pengajaran yang berlaku di fakultas tersebut.
Oleh karena itu, Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd, menilai keberhasilan ini sebagai bukti nyata kualitas pendidikan kampus. Beliau sangat mengapresiasi kerja keras para dosen dan kedisiplinan mahasiswa selama menempuh ujian.
”Hal ini menunjukkan bahwa proses pendidikan di FK Unimus berada pada jalur yang tepat. Kami akan terus berkontribusi memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” tegas Prof. Masrukhi saat memberikan sambutan di hadapan para wisudawan.
Sinergi Rumah Sakit Pendidikan
Selain kualitas internal, keberhasilan mencetak dokter baru ini juga berkat peran kolaborasi institusi. Dekan FK Unimus menjelaskan bahwa sinergi dengan berbagai rumah sakit mitra menjadi kunci utama kesuksesan mahasiswa. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa mendapatkan bimbingan klinis yang sangat intensif.
”Capaian ini tidak hanya hasil kerja keras kami, tetapi juga buah dari sinergi berbagai pihak. Rumah sakit pendidikan utama dan rumah sakit jejaring telah membimbing mahasiswa dengan luar biasa,” ungkap Dr. dr. Aisyah Lahdji, M.M., MMRM.
Ekspansi Program Spesialis Baru
Keberhasilan ini menjadi fondasi kuat bagi Unimus untuk terus mengembangkan sayapnya. Tahun ini, FK Unimus mulai menerima peserta didik baru untuk program pendidikan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgin). Langkah strategis ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan tenaga spesialis yang masih terbatas di Indonesia.
Selain itu, pihak universitas juga merencanakan pembukaan program spesialis saraf dan anestesi dalam waktu dekat. Bahkan, RS Unimus kini telah menjalin kerja sama internasional dengan Royale Hospital Guangzhou dari Tiongkok. Kolaborasi tersebut berfokus pada pengembangan layanan penanganan kanker dengan pendekatan yang lebih holistik.
Komitmen Moral dan Pengabdian
Di samping kecerdasan intelektual, para lulusan juga harus menjaga integritas moral secara konsisten. Sumpah dokter yang mereka ucapkan bukan sekadar formalitas belaka. Janji suci tersebut merupakan komitmen untuk melayani sesama tanpa membedakan latar belakang pasien.
Sementara itu, perwakilan lulusan, dr. Vina Shofiatul Izzah, mengakui bahwa gelar dokter membawa tanggung jawab besar. “Momen ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah penanda bahwa perjalanan kami kini bertransformasi menjadi pengabdian nyata kepada masyarakat,” ujarnya dengan penuh haru.
Sebagai informasi tambahan, FK Unimus kini telah meluluskan total 815 dokter yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Dengan kompetensi yang mumpuni, para dokter baru tersebut siap meningkatkan derajat kesehatan nasional secara signifikan.
Baca juga :
Mengenal UNIMUS, Kampus Humanis yang Kini Bersaing di Level Global
Borong Juara Dunia, Mahasiswa Berprestasi UNIMUS 2026 Terima Penghargaan