Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Ketua PWM Jateng Ajak Bangun Indonesia Maju, Sejahtera, dan Berdaulat

16 Agustus 2025, 22:23 WIB • 2 menit baca
Ketua PWM Jateng Ajak Bangun Indonesia Maju, Sejahtera, dan Berdaulat

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org- Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia menjadi momentum bagi berbagai elemen bangsa untuk menyampaikan doa dan harapan. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir, turut menyuarakan pesan optimis agar Indonesia terus bergerak maju, sejahtera, dan berdaulat di usianya yang ke-80 tahun.

Dalam keterangannya, Tafsir menekankan pentingnya tekad kuat bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat diri di tengah dinamika global. Ia menilai, kedaulatan dan kesejahteraan adalah kunci utama agar Indonesia bisa diperhitungkan di kancah internasional.

Tafsir mengatakan, kemajuan bangsa hanya dapat diraih melalui komitmen bersama seluruh rakyat. Ia juga menyampaikan harapannya agar di usia ke-80 ini, Indonesia semakin maju, semakin sejahtera, dan berdaulat.

Ia meyakini, dengan cara itu Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani oleh negara lain. “Dengan cara itu, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani bangsa-bangsa lain,” tegas Tafsir.

Peringatan HUT ke-80 ini, lanjutnya, harus menjadi momen refleksi bagi seluruh anak bangsa. Meskipun Indonesia telah mencapai banyak kemajuan sejak merdeka, Tafsir mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi tidak semakin ringan. Ia berpesan agar bangsa ini terus bekerja keras dan berinovasi.

“Jangan sampai kita hanya puas dengan capaian yang ada, tetapi justru harus menjadikannya modal untuk melangkah lebih jauh,” katanya.

Salah satu tantangan terbesar, menurut Tafsir, adalah bagaimana mewujudkan kesejahteraan yang merata. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berhenti pada sektor tertentu, melainkan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Tafsir juga menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan bangsa. Baginya, kedaulatan tidak hanya sebatas pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup kemandirian ekonomi, politik, dan kebudayaan.

“Jika bangsa ini kuat secara ekonomi dan berdaulat dalam menentukan arah politiknya, maka dunia akan menaruh hormat kepada Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan ini sejalan dengan semangat HUT RI yang selalu mengingatkan tentang pentingnya menjaga kemandirian. Tafsir menilai, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri, sekaligus mampu berkontribusi pada perdamaian dunia.

Di akhir keterangannya, Tafsir menyampaikan doa tulus agar Indonesia terus berjaya. “Semoga Indonesia tetap jaya dan Dirgahayu Indonesia,” katanya penuh semangat.

Doa tersebut menjadi cerminan dari harapan seluruh rakyat yang ingin melihat bangsanya semakin dihormati. Ia menambahkan, peringatan kemerdekaan ke-80 ini bukan sekadar simbol usia, tetapi juga tanda kedewasaan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Kontributor: MPI PWM
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: