Krisis Demokrasi Indonesia Terbukti Menurun, Gen Z Jadi Harapan Baru
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org– Di tengah kemunduran demokrasi dan meningkatnya pelanggaran hak asasi manusia (HAM), para pakar menaruh harapan besar pada peran Generasi Z (Gen Z) sebagai agen perubahan.
Dalam sebuah diskusi daring yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Semarang, Senin (15/9/25), para narasumber mengungkapkan data valid yang menunjukkan penurunan drastis pada Indeks Demokrasi, Indeks Kebebasan Sipil, dan Indeks Budaya Politik dalam satu dekade terakhir. Mereka menyoroti kegagalan pemerintah dalam mengatasi ketidakpuasan publik dan mendorong Gen Z untuk mengambil peran strategis demi perbaikan bangsa.
Diskusi bertajuk “Nir Etik Politik dan Matinya Demokrasi di Indonesia” menghadirkan Dr. Phil. Ridho Al-Hamdi, M.A., Ketua LHKP PP Muhammadiyah, dan Ubedilah Badrun, M.Si., Akademisi Universitas Negeri Jakarta. Keduanya sepakat bahwa demokrasi di Indonesia berada dalam kondisi stagnan.
Menurut Ubedilah, praktik kekuasaan saat ini lebih banyak dibungkus dengan regulasi yang dibuat untuk melanggengkan kekuasaan oligarki, bukan untuk kepentingan rakyat. Hal ini diperkuat oleh data dari lembaga internasional: Indeks Demokrasi Indonesia versi The Economist menurun dari 6,95 pada tahun 2014 menjadi 6,53 pada tahun 2024. Penurunan serupa juga terjadi pada Indeks Kebebasan Sipil (dari 7,06 menjadi 5,29) dan Indeks Budaya Politik (dari 5,63 menjadi 4,38).
Krisis demokrasi diperparah dengan catatan pelanggaran HAM yang terus meningkat. Muhammad Haikal Nabil, Kabid HPKP PC IMM Kota Semarang, menyebut demonstrasi besar-besaran akhir Agustus 2025 sebagai puncak kemarahan masyarakat. Data dari beberapa lembaga kredibel menguatkan pernyataan tersebut. Komnas HAM mencatat setidaknya 10 korban jiwa dalam aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025.
Laporan Amnesty International Indonesia Juli 2025 juga menunjukkan 104 pembela HAM menjadi korban serangan pada paruh pertama tahun 2025. Sementara itu, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mencatat 216 kasus pelanggaran HAM terkait proyek strategis nasional.
Generasi Muda Jadi Kunci Perubahan
Di tengah situasi yang mengkhawatirkan ini, para narasumber menaruh harapan besar pada Generasi Z. Ubedilah Badrun menegaskan bahwa Gen Z, yang mencakup lebih dari 20% populasi, memiliki peran strategis. “Gen Z bersatu maka tiada yang bisa mengalahkan,” ujarnya optimis.
Nova Putraku Bintang, Sekretaris Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik PC IMM Kota Semarang, menutup diskusi dengan pesan yang penuh harapan, “Harapan itu masih ada ketika anak muda masih mau mengambil peran untuk memperbaiki republik ini.”