Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Kunci Sukses Ramadhan 2026: Bukan Sekadar Puasa, Tapi Soal Kualitas Hati

14 Januari 2026, 15:56 WIB • 2 menit baca
KH Gunarto Muchsin menyampaikan kajian Tafsir Az-Zumar 17-18 dalam rangka persiapan Ramadhan 2026 di Ranting Muhammadiyah Bulu Lor Semarang.
Anggota Majelis Tabligh PDM Kota Semarang, KH Gunarto Muchsin, saat membedah materi tentang hidayah Allah dalam Pengajian Muhammadiyah Bulu Lor, Selasa (13/1).

SEMARANG UTARA, muhammadiyahsemarangkota.org – Menyambut bulan Ramadhan 2026 dengan hati yang siap menerima kebenaran. Pesan ini mengemuka dalam pengajian terbaru di wilayah Bulu Lor, Semarang pada Selasa malam (13/01/26). Puluhan jamaah hadir dengan penuh antusias untuk menggali bekal spiritual yang mendalam.

Narasumber utama, KH Drs. Gunarto Muchsin, memandu jalannya diskusi dengan materi yang sangat relevan. Anggota Majelis Tabligh PDM Kota Semarang ini membedah tuntas Tafsir Az-Zumar 17-18 sebagai kompas hidup. Menurutnya, kesuksesan ibadah di bulan suci nanti bergantung pada upaya manusia membersihkan jiwa sejak dini.

Menjemput Hidayah di Era Modern

Ustadz Gunarto menjelaskan bahwa hamba pilihan Tuhan adalah mereka yang cerdas menyaring informasi. Di tengah banjir konten digital, kemampuan memilih perkataan terbaik merupakan kunci keselamatan iman. Ia menegaskan bahwa Hidayah Allah menuntut peran aktif manusia untuk menjemputnya.

“Allah menjanjikan kabar gembira bagi mereka yang menjauhi kesesatan,” ujar tokoh Majelis Tabligh PDM Kota Semarang tersebut.

Selain itu, ia memberikan pesan mendalam mengenai kesungguhan dalam beragama. “Kita tidak bisa mendapatkan kemuliaan hanya dengan berdiam diri. Orang-orang yang beruntung adalah mereka yang bersegera kembali kepada Allah saat menyadari kekhilafannya,” tegasnya di hadapan jamaah. Hal ini menjadi poin krusial dalam Persiapan Ramadan 2026 agar puasa tidak terjebak pada rutinitas fisik semata.

Analogi Hujan dan Kesuburan Jiwa

Untuk memudahkan pemahaman, Ustadz Gunarto menggunakan perumpamaan yang sangat sederhana. Ia mengibaratkan ilmu agama dan hidayah seperti air hujan yang mengguyur bumi.

“Jika hati kita seperti tanah yang subur, maka setiap nasihat akan menumbuhkan amal saleh. Namun, jika hati kita sekeras batu, maka hujan selebat apa pun tidak akan memberikan manfaat,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia memberikan penekanan tambahan mengenai respons manusia terhadap kebenaran. “Dengarkanlah nasihat bukan untuk mencari kesalahan orang lain. Gunakanlah itu untuk menemukan bagian diri yang perlu segera kita perbaiki,” lanjutnya dengan nada tenang.

Pesan ini menyentak kesadaran jamaah tentang pentingnya menjaga kelembutan hati. Jiwa yang terbuka akan memudahkan kita menyerap nilai kebaikan. Dengan demikian, setiap muslim mampu mempraktikkan ajaran Islam secara nyata dalam kehidupan sosial.

Pengajian Muhammadiyah Bulu Lor secara konsisten menjadi wadah penguatan iman bagi masyarakat. Pimpinan ranting mengapresiasi kehadiran jamaah yang terus meningkat setiap pekannya. Kegiatan rutin ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan upaya kolektif membumikan Al-Qur’an melalui Kajian Islam Semarang.

Baca juga :

Persiapan Ramadan 2026: Amalan Menjelang Isra Miraj yang Wajib Anda Tahu

Sambut Isra Miraj 2026: Jangan Biarkan Ilmu Menguap Tanpa Amal Nyata!

Kontributor: Halim
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: