Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org Jauh dari keramaian Kuala Lumpur, di pedalaman Gumut, Selangor dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mendapat kejutan tak terduga. Selasa (11/11/2025), perwakilan KBRI Kuala Lumpur, SIKL, dan Pertamina datang langsung menyapa mereka yang sedang menjalani KKN Luar Negeri 2025. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, tapi menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun langkah pengabdian, perhatian dari tanah air tetap hadir menghangatkan.
Semangat Pengabdian di Tanah Jiran
Rallef Qorsya Salwa R dan Arga Ahyana, dua mahasiswa Unimus yang ditempatkan di Gumut, menyambut hangat kunjungan itu dengan penuh rasa haru.
Meski lokasi mereka berada sekitar tujuh kilometer dari permukiman warga dan jauh dari pusat kota, semangat keduanya tak pernah padam.
“Kami tidak menyangka akan dikunjungi langsung oleh pihak KBRI dan Pertamina. Rasanya seperti mendapat semangat baru untuk terus mengajar dengan sepenuh hati,” ungkap Rallef, salah satu peserta KKN Unimus.
Setiap hari mereka mengajar anak-anak di Sanggar Belajar Gumut, membantu mereka belajar membaca, berhitung, hingga mengaji.
Bagi mereka, ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan panggilan hati untuk membawa manfaat ke mana pun kaki melangkah.
Sementara itu, pihak SIKL dan KBRI meninjau langsung kondisi fasilitas sanggar mulai dari ruang belajar, tempat tinggal mahasiswa, hingga sanitasi.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk perhatian dan kepedulian terhadap pelaksanaan program KKN Luar Negeri Unimus, terutama bagi mahasiswa yang berada di lokasi terpencil.
Dukungan dan Harapan dari Tanah Air
Menurut pengelola SB Gumut, Ibu Yanti, yang saat ini sedang berada di Indonesia, pihak SIKL sebelumnya telah menghubungi untuk memastikan kondisi mahasiswa di lokasi.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada para peserta KKN
“Kunjungan seperti ini penting sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab terhadap mahasiswa Indonesia di luar negeri,” ujar Ibu Yanti, pengelola SB Gumut, yang saat ini sedang berada di Indonesia.
Program KKN Luar Negeri Unimus tahun ini diikuti oleh 22 mahasiswa, dengan 20 ditempatkan di Kuala Lumpur dan 2 di Gumut.
Selama 24 hari, mereka tak hanya mengajar, tapi juga belajar memahami perbedaan budaya dan sosial di Malaysia.
Kunjungan dari pihak KBRI, SIKL, dan Pertamina menjadi bukti bahwa kerja keras mahasiswa Unimus di luar negeri tidak luput dari perhatian.
Ini sekaligus memperkuat komitmen universitas dan lembaga terkait untuk terus memantau dan membina mahasiswa selama masa pengabdian.


